Covid-19 Merubah Parekonomian Masyarakat Kabupaten Malang

Covid-19 Merubah Parekonomian Masyarakat Kabupaten Malang Foto penulis: Zahrotun Nafi'ah

Covit-19 Merubah Perekonomian Masyarakat Kabupaten Malang

Penulis: Zahrotun Nafi'ah (Mahasiswi Prodi sosiologi fakultas ilmu sosial dan politik Unmuh Malang)

Covit-19, merupakan suatu pandemi global yang dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Covit-19, merupakan suatu virus yang sangat berbahaya bagi masyarakat yang memiliki tingkat imunitas rendah seperti, lansia atau orang lanjut usia akan sangat mudah tertular oleh virus tersebut. Tidak hanya itu, virus covid-19, juga dapat menular tanpa adanya gejala, seperti, orang yang telah terjangkit virus tidak merasakan gejala apapun, sehingga, dia dapat menyebarkan virus tanpa dia sadari.

Maka dari itu, virus covid-19 ini merupakan virus yang sangat berbahaya. Upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus ini sudah sangat beragam, mulai dari, Sosial Distancing, dan Physical Distancing, serta penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dibeberapa daerah di Indonesia. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk menerapkan sistem WFH (bekerja dari rumah) agar masyarakat dapat tetap melakukan aktivitas pekerjaannya, Sistem ini tentu tidak berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat, hanya lapisan masyarakat menengah keatas yang dapat menerapkan system WFH.

Sedangakan, masih banyak masyarakat menengah ke bawah yang pekerjaannya tidak dapat dilakukan dari rumah. Maka dari itu, hal tersebut harus pula menjadi perhatian bagi pemerintah. Dampak yang ditimbulkan dari pandemi covid-19 ini sangat lah luas, dan, yang paling terlihat adalah, dampak penurunan ekonomi pada setiap lapisan masyarakat.

Seperti, dalam bidang industri, ketika sistem physical distancing dilaksanakan maka, suatu perusahan harus mengurangi jumlah karyawannya, baik dengan cara pergantian shift kerja berupa dua pekan kerja dan dua pekan libur guna mengurangi penyebaran virus covid-19. Bahkan, suatu perusahaan dapat dengan terpaksa mengurangi jumlah atau melakukan PHK terhadap karyawannya karena kerugian akibat penurunan produksi yang dialami perusahaan, sehingga, perusahaan tidak mampu lagi membayar seluruh karyawan.

Akibat maraknya PHK di setiap perusahaan industri, mengakibatkan suatu permasalahan baru, berupa, semakin meningkatnya pengangguran di Indonesia dan hak -hak normatif buruh yang tidak terpenuhi seperti, pemberian THR dan pesangon bagi buruh yang telah di PHK.

Selanjutnya, dampak ekonomi yang di akibatkan dari pandemi covid-19, juga dirasakan oleh masyarakat dalam bidang pertanian, atau masyarakat menengah ke bawah yang tidak dapat melakukan sistem WFH.

Untuk petani tebu di Kabupaten Malang, pada saat ini merupakan musim panen tebu, tetapi, karena dua parbrik tebu yang ada di Kabupaten Malang yaitu, Pabrik gula Krebet dan Pabrik gula Kebonagung melakukan sistem lockdown, hal ini, mengakibatkan pohon tebu terlambat dipanen, maka, mengakibatkan kerusakan dan menjadikan pohon tebu mengeras, sehingga, tidak dapat di olah lagi menjadi gula.

Maka dari itu, petani ter ancam akan merugi besar. Dari beberapa dampak yang telah dipaparkan diatas, maka, muncullah beberapa trend usaha di kalangan masyarakat untuk tetap mendapatkan penghasilan. Trend usaha pada saat pandemi ini, berupa, usaha masker kain yang diproduksi sendiri oleh masyarakat dengan beberapa model menarik.

Juga usaha antiseptic dengan racikan alami, bahkan pada saat ini, trend usaha penjualan dengan model online semakin marak di masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi keluar rumah untuk mendapatkan beberapa barang dan makanan yang diinginkan.

Kegiatan yang dilakukan masyarakat ini tentu sangat mendukung terhadap proses pencegahan penyebaran virus covid-19.

Biodata penulis :

Nama : Zahrotun Nafi’ah

Pekerjaan : Mahasiswa Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.