Dampak Covid-19 Terhadap Pembangunan Di Indonesia Berbasis Ekonomi

Dampak Covid-19 Terhadap Pembangunan Di Indonesia Berbasis Ekonomi Foto penulis

Kabarwarta.id - Dampak Covid-19 Terhadap Pembangunan Di Indonesia Berbasis konomi

Penulis : Elok Nur Jannah mahasiswa Sosiologi, Fisip Universitas Muhammadiyah Malang

Di tahun 2020 ini, Indonesia sedang dilanda gawat darurat oleh wabah virus Corona yang merupakan salah satu virus mematikan.

Virus tersebut, merupakan perpindahan yang ber asal dari Wuhan, Cina di tahun 2019 silam, dimana, menurut informasi virus ini di latar belakangi oleh hewan, kemudian menular di kehidupan manusia.

Apa yang telah kita ketahui sekarang bahwa, virus tersebut memiliki dampak yang sangat besar dan meluas, tidak hanya merugikan sisi kesehatan, tetapi juga terhadap sektor pembangunan - pembangunan di Indonesia saat ini, seperti hal nya pada sektor perekonomian di Indonesia.

Sudah dapat kita amati dan rasakan. Sekarang, seluruh penjuru Bangsa Indonesia mengalami permasalahan ekonomi yang sangat serius, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mengambil kebijakan untuk menutup sementara kegiatan perusahaan selama waktu yang masih belum bisa ditentukan.

Terdapat pula perusahaan yang masih berjalan produksiny akan tetapi mengambil kebijakan dengan mengurangi pegawai atau karyawan mereka dengan cara PHK tanpa memberikan pesangon, atau memindahkan ke lapangan pekerjaan yang baru.

Banyak sekali para buruh, pegawai diluar sana yang menangis dan menahan tekanan batin yang kehilangan pekerjaan. Tingginya angka pengangguran waktu demi waktu semakin meningkat, dan angka tingkat kemiskinan juga ikut bertambah, dan ini mempengaruhi perkembangan negara Indonesia.

Dari kebijakan memberhentikan buruh dan pegawai juga akan berdampak kepada sektor finansial keluarga masing-masing, namun, dengan COVID-19 ini membuat banyak sekali kepala keluarga yang mengalami kesulitan dalam persoalan perekonomian berupa, penurunan pendapatan keluarga dan tekanan konsumsi akibat kehilangan pekerjaan secara mendadak.

Selain pada sektor perekonomian keluarga, juga berdampak kepada angsuran -angsuran yang harus dibayar pada setiap bulannya, apabila sudah tidak memiliki penghasilan, maka para dibitur akan semakin tertekan akibat tidak mampu untuk membayar angsuran setiap bulannya.