Dasar Atas Perintah Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan

Dasar Atas Perintah Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan Foto Ilustrasi By Avan

Kabarwarta.id - Dasar Atas Perintah Melaksanaan Ibadah Puasa Ramadan adalah sebagaimana tertulis dalam kitab suci Al Quran, Surah Al Baqara : 183 menerangkan perintah puasa. Sebagaimana arti ayat tersebut. “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.” Secara umum, ibadah puasa tidak saja diperintahkan kepada Umat Islam.

Akan tetapi juga kepada umat lainya, bahkan sebelum era Islam. Pakar Tafsir Muhammad Quraish Shihab berpendapat dalam karyanya Membumikan Al-Qur’an (2000).

Beliau menjelaskan dari segi ajaran agama. para ulama menyatakan bahwa semua agama samawi, sama dalam prinsip-prinsip pokok akidah, syariat, serta akhlaknya, demikian menunjuokan bahwa esensi dan tujuan agama samawi adalah sama namun hanya kaifiyat dalam pelaksanaanya saja yang berbeda. Perlu diketahui, menurut ahli tata Bahasa Arab, Kata " Ramadhan " sendiri berakar dari kata " Ramidla " yang artinya bisa dipahami sebagai kiasan atas beban dahaga atau panasnya kerongkongan yang dialami orang-orang puasa selama Ramadan. 

Berpuasa pada Bulan Ramadan diperintahkan dan menjadi kewajiban Umat Islam hingga saat ini ? Sebelum turunnya ayat perintah puasa ramadan, umat islam pada saat itu lazim melaksanakan ibadah puasa pada 10 Muharram. Dikutip dari Affandi Mochtar dan Ibi Syatibi dalam buku Risalah Ramadan (2008), pada saat Rasulallah Hijrah dari Yastrib ( Mekkah ) menuju Kota Madinah.

Rasulallah memerintahkan umat islam untuk berpuasa pada 10 Muharram yang juga dilakukan oleh Kaum Yahudi, karena pada momentum tersebut Allah telah menyelamatkan Nabi Musa dari kezaliman Firaun, oleh karena itu puasa merupakan bentuk wujud syukur kepada Allah Subhanahu Ta'alah. Kini Puasa, 10 Muharram tidak lagi diwajibkan hanya disunnahkan bagi umat islam yang ingin mengerjakanya.

Menyambung surah Al Baqara : 183, pada ayat ke 185. Allah menerangkan didalam Al Quran perintah puasa Ramadan. " (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa ..." mengenai dasar yang kemudian disepakati oleh para ulama' menjadi titik awal perintah untuk berpuasa dibulan suci ramadan. Rasullah bersabda didalam hadist didalam riwayat Bukhori dan Muslim. " Islam berasaskan lima perkara, yaitu bersaksi tidak ada dzat yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa dibulan Ramadhan. " Adapun Bulan Ramadan berada setelah bulan " Syaban " dan setelahnya berjumpa bulan " Syawal.".

Sebagai penanda bahwa sudah masuk 1 ramadan, pemerintah di Indonesia menerapkan metode Rukyqtul Hilal yang didasari hadist Rasulallah " Apabila kalian melihat hila (bulan Ramadhan) maka puasalah dan apabila kalian melihat hilal (bulal Syawal) maka berbukalah (lebaran), dan apabila tertutup awan (mendung) maka berpuasalah 30 hari. (HR. Muslim) dan juga sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia menggunakan metode "Hisab", perhitungan secara astronomis yang digunakan saling melengkapi. (AV) Disadur

dari Artikel NU Online tentang Puasa Ramadan.