Daya Listrik Kecil, Kipas Angin Di Ruang Kelas Madin Seringkali Mati Ganggu Proses KBM Siswa SDN Gentong

Daya Listrik Kecil, Kipas Angin Di Ruang Kelas Madin Seringkali Mati Ganggu Proses KBM Siswa SDN Gentong Alat pengukur meter listrik milik Madin Al Islamiyah kelurahan Gentong yang digunakan untuk menopang proses KBM pelajar SDN Gentong kota Pasuruan. Foto iwan dayat.

Kabarwarta.id - Beulangkali kipas angin yang berada di empat ruang kelas mati, Guru pengajar SDN Gentong kelabakan terserang hawa panas di ruang kelas sempit 3 kali 6 meter dan memaksa mereka bersama anak didiknya keluar masuk ruangan.

"Hawanya panas, dan kipas angin yang berada di dalam ruang kelas seringkali mati," kata seorang guru yang mengajar di kelas 6b, Jumat (15/11/19).

Terkait hal ini, Kabid Tendik Dinas pendidikan dan kebudayaan kota Pasuruan, Amin Jakfar mengungkapkan. "Kami masih mencari solusi terkait hal ini, apakah harus nambah daya yang otomatis perlu dimusyawarakan dengan pihak yayasan Madin. Atau menggunakan listrik pembantu dari pembangkit lain seperti Genset," ungkapnya.

Daya listrik di Madin Al Islamiyah yang memiliki kapasitas hanya sebesar 450 watt, dan tidak mampu menopang 12 kipas angin yang berada di enam ruang kelas.

"Kapasitasnya hanya 450 watt, dan digunakan untuk 12 kipas angin sehingga seringkali terjadi caos karena tidak kuat menahan beban listrik," terang Solikin, teknisi listrik.

Selain digunakan untuk kipas angin, listrik di madin ini juga digunakan untuk daya pemgeras suara dan lampu di tujuh ruangan serta penggerak pompa air di toilet yang berada di sisi selatan bangunan ruang kelas.(dyt)