Dengan Mobile Library Cara Mahasiswa PMM UMM Untuk Mencerdaskan Masyarakat Di Sumenep

Dengan Mobile Library Cara Mahasiswa PMM UMM Untuk Mencerdaskan Masyarakat Di Sumenep Pelajar di kabupaten sumenep membaca buku di mobile library dari mahadiswa PMM UMM. Foto Imam Fawaid

Sumenep, kabarwarta.id - Mahasiswa PMM UMM Gelar Perpustakaan Keliling (mobile library) Di Desa Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur .

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pengabdian masyarakat di Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Para mahasiswa ini adalah kelompok 3 PMM Bhaktimu Negeri UMM yang beranggotakan empat mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan. Mereka membuat program dengan tema, "Optimalisasi Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi Covid-19".

Salah satu programnya adalah menggelar perpustakaan keliling, yang mana sasaran utamanya adalah siswa-siswi SD di Desa Kangayan. Tujuan program ini adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca sejak dini. Terlebih, anak-anak di Desa Kangayan tidak memiliki akses terhadap bahan bacaan karena tidak ada perpustakaan umum maupun toko buku di daerah ini.

"Jadi kan, data dari UNESCO menunjukkan bawa minat baca masyarakat Indonesia tergolong masih rendah. Tapi sebenarnya, bukan minat bacanya yang rendah, melainkan akses terhadap buku yang masih kurang di banyak daerah", ujar Imam Fawaid, salah satu anggota kelompok 3 PMM UMM.

Data The World's Most Literate Nations memang menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Data tersebut kemudian 'menggerakkan' mahasiswa kelompok 3 PMM UMM ini untuk membuat program yang dapat menumbuhkan minat baca, khususnya di kalangan siswa-siswi SD di Desa Kangayan. Para mahasiswa ini bekerja sama dengan Komunitas Pencinta Buku (KPB) Kangean untuk pengadaan buku.

Selain ketersediaan akses terhadap bahan bacaan, kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca juga perlu ditingkatkan. Sehingga para orang tua tidak hanya berhenti pada 'membimbing anak-anaknya belajar mengeja' tetapi bagaimana orang tua juga dapat menjadi role model bagi anak-anaknya untuk gemar membaca.

Antusiasme anak-anak SD di Desa Kangayan sangat luar biasa menyambut kehadiran perpustakaan keliling ini. Dengan tidak sabar mereka melahap buku-buku cerita, novel dan berbagai jenis buku lainnya. Beberapa anak bahkan saling berebut buku yang ingin mereka baca.

"Harapan kami, melalui program ini kami dapat berkontribusi meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak tingkat SD, karena mereka (adalah) wajah masa depan Negeri", demikian penjelasan mahasiswa Kelompok 3 PMM UMM tersebut. Kegiatan membaca sangat penting bagi semua kalangan.

Baik anak-anak, orang tua, maupun para pekerja apapun profesinya. Berbagai penelitian menunjukkan ada banyak sekali manfaat yang kita dapat dari kegiatan membaca, mulai dari menambah pengetahuan, memperluas wawasan, sebagai hiburan, hingga mengurangi tingkat stres.(Imam Fawaid/dyt)