Di Blitar, Home Industri Terdampak Covid -19 Diberdayakan Kembali Oleh PMM 39

Di Blitar, Home Industri Terdampak Covid -19 Diberdayakan Kembali Oleh PMM 39 Mahasiswa PMM 39 Universitas Muhammadiyah Malang. Foto Robby

Blitar, kabarwarta.id - Pemberdayaan kopi bubuk Mesiyem oleh PMM 39 di Desa Bendo, Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar yang merupakan Home Industri sektor terdampak akibat adanya pandemi covid-19.

Berbagai cara dilakukan agar home industry tetap berkembang dan eksis di masa pandemi ini.  Melihat perkembangan tersebut kelompok Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM 39, yang beranggotakan 5 orang diantaranya, Rachmat Aji Kunto Nugroho (Ketua), Novia Kalifa R, Mochammad Reiza Alifa, Robby Aulia Firsandy dan Rifky Yusuf P melakukan pengabdian di Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar – Jawa Timur dengan membawa misi pengembangan home industry bubuk kopi.

Inovasi ini muncul dan kami melakukan diskusi dengan DPL kami yaitu bapak Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H. bagaimana pemberdayaan bubuk kopi ini bisa berjalan dengan baik.

Desa Bendo memiliki home industry yang bermacam-macam dengan keunikan berbeda-beda. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM kelompok 39 desa Bendo memiliki ide untuk memberdayakan home industri bubuk kopi agar bersaing di pasar lokal dan koneksi yang luas.

Home Industri bubuk kopi ini dimiliki oleh Ibu Mesiyem, yang berlokasi di dekat Pasar Bendo, Kabupaten Blitar. Rachmat Aji selaku koordinator kelompok mengatakan bahwa industry kopi saat ini berkembang sangat pesat, melihat cafe dan angkrigan menjamur banyak yang dapat kita jumpai di sepanjang jalan.

Dari banyaknya tempat ini, kelompok PMM 39 mempunyai keiinginan mengelola bubuk kopi yang memiliki ciri khas dan citarasa yang enak agar bersaing di pasar lokal.

“Bubuk Kopi ini akan kami kembangkan dengan media online dan pengembangan branding sesuai permintaan konsumen”. Kata Mesiyem selaku pemilik home industri dibantu  kelompok PMM 39.

Inovasi dari mahasiswa PMM kelompok 39 dengan pemikiran yang kreatif membuat Mesiyem mengenal hal-hal baru tentang perkembangan bubuk kopi modern dan pemasaran online.

“Bubuk kopi ini saya buat sudah sejak lama sejak saya masih gadis, untuk tahunnya saya lupa”. Terang Mesiyem.