Di Hari Kedua Pelaksanaan PPKM, Kasus Konfirmasi Positif Covid -19 Kota Pasuruan Terendah Di Jatim

Di Hari Kedua Pelaksanaan PPKM, Kasus Konfirmasi Positif Covid -19 Kota Pasuruan Terendah Di Jatim Pelanggar protokol kesehatan di kota Pasuruan yang tidak menggunakan masker menjalani hukuman menyapu Taman Gor Untung Suropati di Jalan Sultan Agung kota Pasuruan. Foto Iwan dayat

Kabarwarta.id - Di Hari kedua pelaksanaan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), kasus konfirmasi positif Covid -19 kota Pasuruan terendah di provinsi Jawa Timur, Berikut rincianya.

Positif 32 orang dan masuk di rangking 38 dari 38 jumlah kabupaten dan kota di Jatim.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kominfotik kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan hingga saat ini sudah 116 orang yang meninggal dunia akibat Covid -19.

"Yang empat masuk kategori kasus probable dan dimakamkan di TPU Pohjentrek," katanya, senin (12/1/21).

Masih menurut Kokoh, Guna meminimalisir kasus Covid -19 Penindakan protokol kesehatan tetap akan dilaksanakan tidak terbatas pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Saat disinggung terkait rencana pemindahan tempat karantina untuk pasien Covid -19 di kota Pasuruan, Pejabat berkacamata ini mengatakan,

"Pemindahan ruang karantina ke hotel rencana akan dilaksanakan pada bulan Pebruari 2021. Saat ini sedang proses pengadaannya," kata Kokoh.

Pemerintah kota Pasuruan juga menutupTaman - taman di kota pasuruan ditutup sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

"Memang direncanakan sampai dengan tanggal 25 Januari 2021, tetapi tergantung situasi dan kondisi serta hasil evaluasi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat," terang Kokoh.

Yang perlu diingat, Pemkot Pasuruan juga memberlakukan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan serta surat edaran walikota di maksud adalah sesuai dengan perwali nomor 35 tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan perwali nomor 38 tahun 2020.

"jika diperlukan hingga sanksi denda administratif sebagaimana diatur perda provinsi jawa tiimur nomor 2 tahun 2020 dan pergub nomor 53 tahun 2020," imbuh Kokoh.

Saat ini, satgas Covid -19 di kota Pasuruan hanya memberlakukan sanksi berupa hukuman yakni, menyapu jalan atau taman di sekitar tempat dilaksanakanya operasi masker oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan relawan yang dilaksanakan setiap waktu di jalan - jalan protokol kota Pasuruan.(dyt)