Di Pasuruan, Social Distancing Berdampak Meningkatnya Permintaan Elpigi Bersubsidi

Di Pasuruan, Social Distancing Berdampak Meningkatnya Permintaan Elpigi Bersubsidi Pendistribusian Elpigi bersubsidi kemasan 3 kilogram dari Agen ke pangkalan. Foto iwan dayat

Kabarwarta.id - Di kota maupun kabupaten Pasuruan social distancing (kontak langsung dengan orang lain untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai) berdampak pada meningkatnya permintaan elpigi bersubsidi kemasan 3 kilogram.

Koordinator Hiswana migas (himpunan wiraswasta minyak dan gas) Pasuruan raya, Dwi Hardono, mengatakan, bahwa kenaikan permintaan elpigi kemasan 3 kilogram sudah terjadi semenjak sepekan yang lalu.

"Tidak terlalu signifikan, Angka kenaikan di kota dan kabupaten Pasuruan berkisar di angka dua hingga tiga persen dari jumlah pasokan sebelumnya," Ujar Dwi, Kamis (26/3/20).

Dwi menjelaskan, Menurut pantauan PT Pertamina, Pasokan dan konsumsi gas atau yang dikenal dengan melon kemasan 3 kilogram ini di Pasuruan tergolong aman dan stabil dalam penyaluranya.

"Stock dan permintaan elpigi di masyarakat masih terjaga. Dan sejauh ini permintaan masyarakat cukup terpenuhi oleh stock barang yang ada di agen maupun pangkalan yang ada di kota dan kabupaten Pasuruan," imbuh Dwi.

Disinggung terkait harga, Dwi menerangkan bahwa di tingkat pangkalan berkisar Rp. 16.000 dan harga eceran tertinggi di masyarakat di angka Rp. 17.500.

"Masyarakat tidak perlu panik terkait persediaan elpigi, Karena persediaan barang cukup aman," tambah Dwi Hardono yang juga menjabat sebagai Direktur Pt Petrolindo Mitra Migas.(dyt)