Di Sekolah Dasar Kota Malang Ada Kampus Mengajar Merdeka, Ini Yang Diajarkan

Di Sekolah Dasar Kota Malang Ada Kampus Mengajar Merdeka, Ini Yang Diajarkan Sekolah Dasar yang menjadi sasaran program kampus mengajar mahasiswa UMM. Foto Hantarajaya Anugrahing Gusti

Malang, kabarwarta.id - Di Sekolah Dasar (SD) ada kampus mengajar merdeka, ini Pelajaranya sebagai Pengalaman Mengabdi dalam Kegiatan Kampus Mengajar Angkatan Pertama di SD Islam Aswaja Kota Malang.

Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang melibatkan mahasiswa di setiap kampus dari berbagai latar belakang pendidikan untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah, khususnya pada jenjang SD.

Pendidikan adalah salah satu upaya mencerdaskan bangsa Indonesia yang sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea 4.

Tujuan dari pendidikan akan tercapai dengan maksimal jika terdapat peran seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran. Mahasiswa akan menjadi garda terdepan pejuang pendidikan untuk membantu memecahkan masalah pendidikan di Indonesia dengan membantu proses pembelajaran dan berdampak sosial langsung karena perubahan datang dari aksi yang nyata.

Dalam berkegiatan menjalankan Program Kampus mengajar, ditemui beberapa permasalahan baik di kelas maupun secara administratif. Akan tetapi, tugas terpenting dalam program ini ialah tanggung jawab terhadap para siswanya.

Kehadiran mahasiswa Kampus Mengajar pada jenjang SD yang masih terakreditasi C di seluruh Indonesia diharapkan dapat bermanfaat bagi guru maupun peserta didik sebagai partner diskusi, brainstorming (menemukan ide/gagasan baru), problem solving (pemecahan masalah), dan motivator.

Mahasiswa sebagai agent of change dalam upaya mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi akan saling bergotong royong untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia. Kampus Mengajar Angakatan 1 Tahun 2021 merupakan kegiatan yang memberikan solusi bagi Sekolah Dasar yang terdampak pandemi dengan memberdayakan para mahasiswa yang berdomisili di sekitar wilayah sekolah untuk membantu para Guru dan Kepala Sekolah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran agar mendapat kesempatan belajar optimal di kondisi terbatas dan kritis selama pandemi Covid-19.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Sekolah Dasar dengan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Kemendikbud, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Penyelenggaraan program ini atas dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Penerjunan mahasiswa dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2021 dengan mengunjungi Dinas Pendidikan Kota Malang guna mengajukan permohonan Surat Tugas untuk melaksanakan program pada SD sasaran yaitu SD Islam Aswaja.

Dengan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang yaitu Suwarjana, SE., MM, kami mendapatkan izin tugas di SD Islam Aswaja, Kec. Klojen, Kota Malang. Bersama dengan tujuh orang rekan lainnya, saya mengabdi di Sekolah Dasar Islam Aswaja, Kota Malang selama tiga bulan.

Hal ini dalam rangka mengikuti program dari Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan yakni program Kampus Mengajar Angkatan Pertama. Mahasiswa melakukan kegiatan sesuai dengan rencana pelaksanaan kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 1 ini yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan terhitung dari tanggal 22 Maret 2021 hingga berakhir pada tanggal 25 Juni 2021.

Keragaman permasalahan, kebutuhan, serta sumber daya yang dimiliki dalam pelaksanaan program Kampus Mengajar Angkatan 1 menentukan bentuk peningkatan pembelajaran di Sekolah Dasar.

Mahasiswa sebagai bakal pendidik dapat mengintegrasikan atau menerapkan berbagai kemampuan secara utuh dalam situasi nyata di sekolah secara online maupun offline dan ditempatkan dibawah bimbingan guru pamong/pembimbing.

Fokus utama dalam keterampilan mengajar terbimbing adalah proses mengajar yang akan ditujukan untuk peserta didik. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk membantu mendampingi adik-adik dalam proses pembelajaran secara langsung maupun tidak langsung. Proses pembelajaran secara langsung yang dimaksudkan yaitu ikut membantu secara langsung dalam proses pembelajaran di dalam kelas.

Karena, pada awal penerjunan atau 2 minggu pertama proses pembelajaran terjadi secara daring maka yang dapat dilakukan yaitu membantu proses pembelajaran secara tidak langsung. Kegiatan dapat terlaksana cukup baik tetapi belum dikatan terlaksana secara maksimal dikarenakan waktu yang ada tidak banyak. Membantu guru untuk memanfaatakan teknologi berjalan secara kondisional seperti ketika mahasiswa diminta untuk membuatkan media pembelajaran maka secara tidak langsung kami juga melakukan diskusi bersama guru.

Kami yakin program akan terlaksana dengan maksimal jika guru akan tetap mau belajar dan berusaha serta sadar bahwa peran teknologi dalam proses pembelajaran sangat penting. Program Kampus Mengajar merupakan suatu implementasi kebijakan dari Kampus Merdeka yang dimaklumatkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. Melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memanggil 8 mahasiswa dari alamamater berbeda untuk siap mengabdikan diri di SD Islam Aswaja yang terletak di Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pengabdian mahasiswa merupakan bentuk dari pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi sebagai garda terdepan yang siap membantu dan berjuang bersama untuk memecahkan masalah pendidikan di Indonesia. Program-program yang diusulkan meliputi pembelajaran, adaptasi teknologi, dan bantuan administrasi.

Manfaat yang didapat untuk mahasiswa sendiri dapat meningkatkan kreatifitas serta membantu mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam permasalahan yang biasa terjadi di lapangan khususnya dalam dunia Pendidikan untuk itu dari mahasiswa yang mengikuti program ini, dapat membuat rekomendasi serta usulan program dalam pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

 

Biodata Penulis:

Nama : Hantarajaya Anugrahing Gusti

Pekerjaan : Mahasiswi Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang

Alamat : Jalan LA Sucipto gg 10, Malang