Era Transisi New Normal, Mahasiswa PMM UMM Sosialisasikan Prokes dan membuat Disinfektan Sederhana

Era Transisi New Normal, Mahasiswa PMM UMM Sosialisasikan Prokes dan membuat Disinfektan Sederhana Mahasiswa PMM UMM sosialisadikan protokol kesehatan (kiri) dan membuat disinfektan (kanan) Foto Agung Wijaya Kusuma

Batu, kabarwarta.id - Era Transisi New Normal, Mahasiswa PMM UMM Lakukan Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Pembuatan Disinfektan Sederhana Kegiatan PMM mahasiswa UMM bersama para ibu-ibu PKK Desa Punten, Kota Batu dalam program sosialisasi protokol kesehatan dan praktek pembuatan disinfektan sederhana.

Setelah beberapa bulan lalu menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akhirnya masyarakat Indonesia yang berada diberbagai kota telah diizinkan untuk kembali menjalankan aktivitas diluar rumahnya, berbagai sektor kehidupan masyarakat seperti sektor ekonomi telah dapat dibuka secara bertahap dengan mematuhi aturan protokol kesehatan dari pemerintah dan World Health Organization (WHO).

Diizinkannya masyarakat untuk kembali beraktivitas diluar rumah bukanlah pertanda bahwa virus COVID-19 telah hilang, oleh karena itu diperlukan sebuah tatanan kehidupan baru yang mengajarkan kita kebiasaan-kebiasaan baru untuk menjaga diri dari virus COVID-19 diluar sana, hal ini biasa disebut dengan new normal.

Melihat realitas yang ada saat ini, kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 10 gelombang 8 berinisiatif untuk melakukan kegiatan sosialisasi protokol kesehatan dan praktek pembuatan disinfektan sederhana, program PMM ini berlokasi di Desa Punten, Kota Batu, Jawa Timur.

Kegiatan sosialisasi mengenai protokol kesehatan ini bermaksud untuk memberikan edukasi mengenai cara menjalankan protokol kesehatan yang benar, hal ini kiranya sangat penting karena masih banyak masyarakat yang belum menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan terkesan hanya menggunakan masker semata tanpa mematuhi aspek-aspek lainnya.

Dalam kegiatannya, mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 10 gelombang 8 yang beranggotakan Masdila Nurohanah, Agung Wijaya Kusuma, Dwi Andari Asmarani, Adi Hadiwibowo dan Mutiatin Chamidah mengajak para ibu-ibu PKK Desa Punten selaku perwakilan dari setiap keluarga yang ada untuk menghadiri kegiatan sosialisasi protokol kesehatan dan praktek pembuatan disinfektan sederhana.

Kegiatan atau program sosialisasi yang ada ini dibagi menjadi 4 gelombang mengingat bahwa dalam kegiatan ini haruslah tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan sosialisasi protokol kesehatan dan praktek pembuatan disinfektan yang bekerja sama dengan para pejabat desa ini telah dilakukan pada tanggal 29 Agustus 2020 hingga 1 September 2020.

Dalam kegiatan sosialisasi protokol kesehatan ini, mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan beberapa pokok-pokok materi penting yang harus ibu-ibu PKK Desa Punten pahami dengan baik.

Beberapa materi pokok yang disampaikan yaitu pengenalan virus COVID-19 dan gejala-gejalanya, proses penularan COVID-19, cara pencegahan penularan COVID-19, jenis-jenis masker, tips pencegahan COVID-19 dikendaraan umum, tips pencegahan COVID-19 ditempat kerja, tips pencegahan COVID-19 setelah bepergian, tips menjaga daya tahan tubuh atau sistem imun dan tips menjaga keamanan pangan diwarung makan.

Kegiatan sosialisasi ini juga berfokus kepada berbagi ilmu dan pengalaman mengenai cara menjaga diri dari virus COVID-19 yang saat ini telah menjadi pandemi diseluruh dunia.

Kegiatan sosialisasi ini tak hanya berhenti pada penyampaian materi, tapi juga mengajak ibu-ibu PKK Desa Punten untuk melakukan sesi tanya jawab seputar materi yang telah sampaikan maupun hal-hal lainnya yang masih sesuai dengan konteks pembahasan.

Pada penghujung kegiatan sosialisasi, kelompok 10 PMM ini juga mengajak ibu-ibu PKK untuk melakukan praktek pembuatan disinfektan sederhana yang bahan-bahan bakunya dapat dengan mudah ditemukan dirumah.

Kegiatan praktek ini tentunya mendapatkan perhatian lebih karena ibu-ibu PKK Desa Punten belum banyak yang mengetahui cara pembuatannya, disinfektan sederhana ini sendiri berbahan baku air bersih dan pemutih (klorin). Meskipun bahan bakunya sederhana, disinfektan sederhana ini memiliki manfaat yang begitu besar pada saat ini.

Dalam kegiatan prakteknya, kelompok 10 PMM Universitas Muhammadiyah Malang bersama ibu-ibu PKK Desa Punten mematuhi takaran pembuatan disinfektan yaitu 2 sendok makan klorin untuk 1,5 liter air bersih, untuk menutupi bau klorin yang begitu menyengat, ditambahkan pula pewangi atau pembersih lantai anti kuman.

Kegiatan sosialisasi protokol kesehatan dan praktek pembuatan disinfektan ini berakhir dengan kegiatan pembagian disinfektan yang telah dibuat bersama dengan botol-botol bekas yang telah dibawa oleh ibu-ibu PKK sebelumnya, dengan begitu mereka dapat langsung menggunakan disinfektan tersebut dirumah terutama pada benda-benda yang sering disentuh.

Selain itu juga, kelompok 10 PMM Universitas Muhammadiyah Malang ini membagikan face shield dan masker kepada ibu-ibu PKK agar senantiasa dapat digunakan oleh mereka sekeluarga.

Kegiatan sosialisasi ini pun berakhir dengan harapan agar ilmu dan peralatan yang telah kelompok 10 PMM ini bagikan dapat diamalkan dengan baik pada era transisi new normal ini, mengingat Indonesia terus saja mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 karena banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan di era new normal.