Hindari Konflik Kepentingan, Perusahaan Asuransi InI Ogah Akuisisi Perusahaan Asuransi Lainya

Hindari Konflik Kepentingan, Perusahaan Asuransi InI Ogah Akuisisi Perusahaan Asuransi Lainya Pimpinan Fuse Insurtech. Foto Nikky Sirait

Jakarta, kabarwarta.id -  Dalam waktu dekat, Fuse tidak akan mengakuisisi perusahaan asuransi untuk menjadi full-stack insurtech, untuk menghindari konflik kepentingan serta persaingan dengan perusahaan asuransi lain.

Ada tujuh perusahaan asuransi yang menjadi partner Titanium Fuse, memutuskan untuk menjadikan Fuse satu-satunya partner insurtech. Agen dan broker punya peran penting dalam menjembatani rasa tidak percaya yang timbul antara perusahaan asuransi dan nasabah.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) startup insurtech Fuse, Andy Yeung mengatakan, Fuse tidak akan mengakuisisi perusahaan asuransi demi menjadi full-stack insurtech.

Sebagai platform teknologi yang independen, perusahaan asuransi adalah mitra utama Fuse dalam ekosistem asuransi. Menurut dia, mengakuisisi perusahaan asuransi hanya akan menciptakan konflik kepentingan dan persaingan dengan perusahaan asuransi lain yang bermitra dengan Fuse.

"Analoginya begini, siapa yang akan bermain sepakbola dengan kita, jika kita juga menjadi wasitnya? Kami berkomitmen membantu perusahaan asuransi dan partner/ agen mendistribusikan produk-produk asuransi dengan biaya yang efektif. Kami mengambil peran mengembangkan teknologi dalam ekosistem asuransi, meskipun akan 10 kali lebih sulit untuk menciptakan pengalaman berasuransi yang hebat bagi nasabah yang berasal dari perusahaan asuransi dan partner berbeda," ujar Andy di Jakarta.

Fuse kini punya model bisnis paling komprehensif, mulai dari B2A2C (model bisnis partner/ agen/ broker), B2B2C (asuransi mikro dan financial institution) dan B2C (portal pembanding Cekpremi.com) untuk mendistribusikan produk asuransi secara online. Menurut Andy, apa yang dicapai oleh Fuse saat ini tidak terlepas dari hubungan baik yang terjalin dengan perusahaan asuransi sebagai stakeholder kunci yang mengembangkan dan menanggung berbagai macam produk asuransi.

Sebagai insurtech, Fuse mendistribusikan produk asuransi tersebut secara efektif, dan saat ini bekerja sama dengan lebih dari 40 perusahaan asuransi.

"Fuse menghabiskan banyak upaya dan waktu untuk membangun platform teknologi yang kuat, aman dan scalable. Kami bekerja sama dengan perusahaan asuransi untuk menjadi solusi distribusi produk asuransi.

Hasilnya, performa bisnis semakin baik dan bersama-sama kami memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah," ungkap Andy.

"Dari 40 perusahaan asuransi, ada 7 perusahaan asuransi yang memilih Fuse sebagai satu-satunya insurtech yang diajak bekerja sama, yang kami sebut partner Titanium. Lewat kerja sama ini, kami berbagi data dan strategi untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar, terutama dalam hal pengembangan produk. Dengan lebih banyak analisis data, kami tidak hanya membantu perusahaan asuransi untuk meningkatkan daya tarik, tetapi juga membantu menurunkan rasio klaim secara keseluruhan," ujar Andy.

FUSE Didirikan tahun 2017, Fuse menjadi pionir untuk menghadirkan platform teknologi mobile untuk merevolusi kanal distribusi asuransi untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman konsumen akhir. Kami meluncurkan aplikasi Fuse Pro untuk “memungkinkan” mitra/ partner menutup polis asuransi secara instan dan mudah bagi konsumennya.

Kami juga menjadi yang pertama mendukung kanal digital/ e-commerce seperti Tokopedia untuk peluncuran produk asuransi mikro transaksional di tahun 2018. Fuse resmi ditunjuk sebagai mitra insurtech strategis sejak kuartal III 2021 untuk menyediakan semua kebutuhan akan produk asuransi bagi user Tokopedia.

Fuse memiliki lebih dari 500 pegawai, dengan 30 kantor cabang di Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok, untuk mendukung perusahaan asuransi lokal dan mitra distribusi melayani konsumennya dengan lebih baik.(Ns)