Hiswana Migas Malang Raya Getol Mensosialisasikan Pembelian LPG 3 Kg Bersubsidi Menggunakan NIK

Hiswana Migas Malang Raya Getol Mensosialisasikan Pembelian LPG 3 Kg Bersubsidi Menggunakan NIK Pengguna LPG bersubsidi kemasan 3 kilogram. Foto iwan dayat

Pasuruan, kabarwarta.id - Hiswanan Migas Malang raya getol mensosialisasikan pembelian LPG bersubsidi kemasan 3 kilogram yang menggunakan NIK (Nomor induk kependudukan) yang sudah dilakukan semenjak akhir 2023 kemarin.

"Terus dilakukan sosialisasi terkait pembelian LPG bersubsidi 3 kilogram yang menggunakan NIK dan sejauh ini sudah didata tinggal menunggu penerapanya nanti pembeli yang wajib menunjukkan NIK saat membeli LPG bersubsidi," Kata Dwi Hardono selaku koordinator Hiswana Migas Malang raya, Sabtu (20/1/24).

Pria berkacamata ini menjelaskan pihak agen maupun pangkalan LPG yang tabungnya bertuliskan untuk masyarakat miskin ini menjelaskan bahwa mereka sudah mendata dan NIK pengguna LPG bersubsidi yang dikenal juga dengan sebutan si melon ini.

"Sudah ada pendataan pengguna LPG 3 kilogram, Namun untuk penerapan pembelian LPG menggunakan NIK masih menunggu dari PT Pertamina," imbuhnya.

Sejauh ini, Hiswana Migas dan PT Pertamina tengah mensosialisasikan pengguna LPG bersubsidi yakni untuk rumah tangga miskin dan warung serta melakukan pendataan kepada rumah makan yang menggunakan LPG ini untuk tidak menggunakanya lagi dan disarankan beralih ke Bright Gas.

"Sudah didata dan diminta fotocopy kartu keluarga oleh pangkalan LPG untuk pendataan pengguna. namun saat ini masih belum ditanya NIK nya kalau membeli LPG 3 kilogram di pangkalan," Kata Istianah, pengguna LPG warga Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Saat ini di tingkat pangkalan LPG 3 kilogram bersubsidi dijual Rp 16.000 dan di toko kelontong bervariasi mulai Rp 17.500 hinga Rp 18.000 per tabung untuk kemasan isi ulang.(dyt)