IKM Logam Kota Pasuruan Digaet Kemitraan Ditjen Ikma Dalam Produksi Cangkul

IKM Logam Kota Pasuruan Digaet Kemitraan Ditjen Ikma Dalam Produksi Cangkul Ditjen IKMA, Gati Wibawaningsih (tengah) saat mengunjungi UPT Logam kota Pasuruan. Foto iwan dayat.

Kabarwarta.id - Industri kecil menengah (IKM) logam di kota Pasuruan digandeng Kemenperin melalui Dirjen Industri kecil, menengah dan aneka guna penuhi kebutuhan cangkul di Indonesia.

"IKM digandeng dalam rangka kemitraan dalam pemenuhan kebutuhan cangkul di Indonesia. Dan melibatkan PT. Indobaja Primamurni sebagai penyuplai bahan logam yang nantinya hasil produksinya sudah SNI type A," ujar Gati Wibawaningsih selaku Dirjen industri kecil, menengah dan aneka.

Di kota Pasuruan, IKM yang digandeng sebanyak 32, dan tergabung dalam koperasi industri logam yang sudah mampu menghasilkan 432 cangkul dari 1000 cabgkul yang dipesan semenjak 27 November 2019.

"Perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan mulai 27 September 2019 yang berbarengan dengan peluncuran produk cangkul merek Barong yang dihasilkan oleh PT. IBPM Gresik dengan kapasitas produksi 132.000 per bulan," tukas Gati Wibawaningsih.

Menurutnya, di kota Pasuruan saat ini 200 cangkul sudah dalam tahap finishing yang dikerjakan oleh 10 IKM anggota koperasi LJA (Logam jaya abadi).

"Ditjen IKMA Kementrian perindustrian terus berupaya meningkatkan daya saing IKM perkakas pertanian, antara lain revisi SNI, sosialisasi dan pendampingan penerapan SNI. Dan juga bimbingan teknis dan fasilitasi mesin peralatan dan bahan baku," pungkas Gati Wibawaningsih saat mengunjungi UPT logam kota Pasuruan.(dyt)