Ingin Kembali Bersekolah, Abdul Mukti, Korban Ambruknya Atap SDN Gentong Terkendala Alat Bantu Untuk Jalan

Ingin Kembali Bersekolah, Abdul Mukti, Korban Ambruknya Atap SDN Gentong Terkendala Alat Bantu Untuk Jalan Abdul Mukti (11) korban patah kaki akibat ambruknya ruang kelas SDN Gentong kota Pasuruan. Foto iwan dayat.

Kabarwarta.id - Abdul Mukti (11) siswa kelas 5a SDN Gentong korban luka berat akibat bangunan roboh yang menerpanya mengungkapkan ingin kembali bersekolah dan berkumpul dengan teman - temanya yang saat ini mengikuti program tarauma healing di Madin Al Islamiyah.

"Pingin sekolah, tapi ngak ada alat buat bantu berjalan," kata Abdul Mukti, selasa (12/11/19).

Siswa yang berada satu ruangan bersama korban luka berat, Dina Hilda (10) yang mengalami patah pada jari kaki kanan serta almarhumah Sevina Arsy Putri Wijaya (20) Gtt yang tewas di ruang kelas Va SDN Gentong dalam peristiwa ambruknya empat ruang kelas di sekolah ini pada selasa 5 November 2019 kemarin.

Keinginan Abdul Mukti yang kuat untuk menempuh ilmu bersama teman sebayanya didukung oleh kedua orang tuanya. "Kami juga mendukung Mukti untuk bersekolah kembali, namun karena masih belum memiliki alat bantu untuk berjalan. Terpaksa harus belajar dirumah," ujar Siti Kholifah, Ibunda Abdul Mukti.

Abdul Mukti mengalami patah pada kaki kiri bagian paha dan sudah menjalani operasi penyambungan tulang serta diperkenankan menjalani rawat jalan mulai Jum'at 8 November 2019 kemarin.

Mukti yang gemar berolahraga sepak bola ini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah petak yang berada di gang 6 Rt 01 Rw 02 di jalan Slamet Riyadi Kelurahan Gentong, kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan.

"Kalau ada yang memberi alat bantu jalan atau meminjami kursi roda, saya akan sekolah besok," tegas Mukti.(dyt)