Jebolan UNEJ Dan Pernah Menjadi Sales InI Sukses Kembangkan Jaringan Desa Ternak

Jebolan UNEJ Dan Pernah Menjadi Sales InI Sukses Kembangkan Jaringan Desa Ternak Choirul saat memberikan pelatihan Desa Ternak. Foto Avan

Kabarwarta.id - Desa Ternak Indonesia hadir mengadopsi sistem intergrated farming system. Pelopor, adalah Chairul Sholeh. Biasa dipanggil Pak Choy.

Mantan manajer penjualan produk di salahsatu perusahaan swasta, Alumni D3 manajemen, Universitas Jember ini memutuskan untuk belajar dunia pertanian dan peternakan Setelah tak lagi bekerja sebagai sales di perusahaan, ia tertarik mendalami seluk-beluk dunia pertanian dan peternakan secara otodidak dan mengantarkannya sebagai penggiat dibidang ini.

Bermodal awal sebuah CV distributor pupuk cair organik miliknya menyediakan pemintaan kebutuhan masyarakat terhadap pupuk organik menjadi jembatan dia dekat kepada masyarakat peternak dan petani di desa - desa. Dengan mengusung Pertanian Terpadu, tidak hanya fokus pada penggemukan ternak dan produksi daging.

Di Desa Ternak Indonesia, Choirul mengajak para petani lebih kreatif dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi pupuk untuk pertanian yang memiliki nilai ekonomis atau dapat digunkaan sebagai pupuk dilahan sendiri yang nantinya dapat menghasilkan, panen yang dapat dijadikan pakan ternak itu sendiri.

Berbekal pengalaman dan jaringanya dibidang marketing, Chairul juga membantu para peternak yang kesulitan dalam menjangkau pasar. Menjadi penghubung antara peternak dan pasar.

"Kita mendampingi para peternak mas, mereka mencari modal sendiri. Kita bantu dengan penggemukan menggunakan teknologi yang benar dan membantu petani menjualkan sapi - sapi mereka. " Ujar Choirul.

Ia juga menggenalkan kepada para peternak yang mayoritas masih konvensional dengan model pertanian modern yang lebih efisien. Berbagi ilmu kepada peternak membuat pakan ruminasi serta membuat pakan alternatif dengan proses yang sudah di fermentasi sebelumnya dan mencoba pakan lain, alternatif yang lebih efektif.

Tak jarang ia mengajak para pakar datang memberikan ilmu peternakan kepada kelompok binaan desa ternak. Ia juga mengupayakan bekerjasama dengan berbagai pihak sebagai komitmen mendatangkan alat - alat yang dibutuhkan sebagai pendukung aktivitas kerja.

"Hewan ternak itu butuh nutrisi dan sumber vitamin serta protein yang cukup, karenanya pemberian pakan tidak bisa sembarangan. Harus diperhatikan kadungan kalori dan sebagainya. " Kata dia.

Selain itu, dibeberapa tempat, kotoran hewan ternak. Khususnya ternak sapi disulap sebagai bahan penghasil gas yang digunakan untuk rumah tangga melalui Desa Ternak Indonesia.

Saat ini, Jaringan Desa Ternak Indonesia tersebar dibeberapa Kabupaten, Jawa Timur. Seperti Jember, Kab. Pasuruan, Malang, Probolinggo dan lainya meskipun belum merata, Chairul optimis dapat menjangkau lebih bnayak lagi daerah lain di Indonesia.

" Kami berharap kedepan bisa bekerjasama dengan seluruh pemerintah daerah, saat ini hanya sebagian dibeberapa daerah saja yang sudah mendukung. "Tutup Choirul. (Av)