Kearifan Lokal Cobek Toyomarto Singosari Dari Batu Hitam

Kearifan Lokal Cobek Toyomarto Singosari Dari Batu Hitam Mahasiswa PMM UMM bersama pengrajin Cobek Batu Hitam Toyomarto Singosari. Foto Alfira Valentiana

Malang,Kabarwarta.id - Di era globalisasi seperti sekarang ini masyarakat modern lebih memilih menggunakan teknologi sebagai penunjang aktivitas kesehariannya, mulai dari transportasi, kuliner hingga peralatan rumah tangga sebab di rasa praktis dan tidak membutuhkan tenaga ekstra untuk menggunakan teknologi modern. Seperti tidak lekang oleh waktu kearifan lokal masih eksis di tengah – tengah modernisasi.

Seperti masih aktifnya komoditas pengrajin cobek di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Kekayaan alam menjadi faktor pendukung komodisan pengrajin cobek, diamana banyak tersebar batu – bantu alam di desa Toyomarto.

Sejak puluhan tahun profesi pengrajin cobek di Desa Toyomarto menjadi warisan turun – temurun yang di warsikan leluhurnya.

Bahan baku cobek yang bersal dari batu hitam yang mempunyai tekstur padat dan kerasa menjadikan tantangan utama bagi pengrajin di karena prosesnya yang tidak mudah, sehingga memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang ekstra. Dengan memanfaatkan teknologi mesin memudahkan pengrajin untuk memproses kearifan lokal tersebut.

Seperti tidak dapat di telan waktu produk cobek yang di hasilkan oleh pengrajin cobek Desa Toyomarto tidak hanya merajai pasar malang raya tetapi juga sudah menyebar luas di berbagai kota yang ada di provinsi Jawa Timur. Cobek sendiri ialah alat yang terdiri dari wadah (cobek) dan alat penghalusnya biasanya di sebut dengan Ulekan, Ugelan atau Munthu dalam bahasa jawa. Cobek mempunyai bentuk bulat pipih dan memiliki cekungan di bagian tenangahnya untuk meletakkan bahan – bahan yang akan di haluskan.

Cobek sendiri mempunyai nama lain di berbagai daerah seperti layah, cowek atau lemper (kata lain dari pengucapan kata ceper). Ukuranya beraneka macam, mulai dari kecil sampai dengan sangat besar. Maka dari itu Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 74 dan dosen pendamping lapangan Chalimatuz Sa'diyah, SE., MM.

Menelaah kegiatan yang di tekuni oleh masyarakat Desa Toyomarto dengan mendokumentasikannya sebagai bentuk antusias mahasiswa dalam mendalami proses pembuatan cobek batu, sekaligus dapat menjadi jembatan ilmu yang menghantarkan mahasiswa untuk mempunyai wawasan yang luas dalam pengetahuan kearifan lokal yang di junjung oleh masyarakat Desa Toyomarto.

Proses pembuatan cobek batu yang mahasiswa dokumentasikan akan kami rangkum dalam dalam artikel ini. Berikut langkah – langkah proses pembuatanya : Mula – mula pengrajin menyiapkan bahan baku cobek yaitu batu dengan jenis batu hitam yang nantinya akan di belah menjadi ukuran yang sudah di tentukan.

Ukuran yang akan di bentuk biasanya kisaran 10 – 15 centimeter untuk tingginya dan 20 -30 centimeter untuk luas cobeknya. Jika sudah melakukan tahap pengukuran pengrajin akan menempa batu dari ujung kecil dan panjang terlebih dahulu sehingga batu mulai terlihat bentuk nya. Satu muka dari batu di haluskan dengan mesin sehingga satu muka terlihat cukup datar.

Setelah di rasa cukup batu di blat dengan menggunakan jangka dengan ukuran tertentu dan kemudian di bentuk menjadi bulat menggunakan tatah. Namun bentuk bulat pada batu ini masih memiliki tekstur yang kasar. Selanjutnya pengrajin mulai membuat cekungan pada cobek, bagian yang datar (luas) di haluskan pinggir pinggirnya kembali dengan mesin penghalus sehingga lebih luas dari pada sebelumnya. 

Pembuatan lingkaran untuk bagian dalam di buat menggunkan jangka. Bagian dalam yang sudah di ukur menggunkan jangka tersebut di tempa untuk di jadikan cekungan cobek. Pengahlusan dengan mesin pun kembali di lakukan, bentuk cobek pun sudah mulai terlihat namun bagian luarnya belum terbentuk. Sehingga pengrajin kembali melakukan penghalusan untuk bagian luar.

Sama dengan bagian dalam bagian luar ini di cuplik dan kemudian di tatah dan di haluskan sampai terbentuk cobek yang sesungguhnya. Setelah proses diatas telah di lalui, pengrajin akan melakukan finishing dengan menggunakan mesin penggosok / penghaslusan tahap terakhir agar cobek yang di hasilkan akan lebih halus teksturnya.

Dari pemaparan di atas cobek siap di pasarkan di berbagai jangkaun pasaran pengrajin yang biasa pasarkan. Cobek dari batu asli ini mempunyai keunggulan yang sangat di gandrungi oleh konsumen. Yaitu cobek batu merupakan cobek dengan kualitas bagus, serta mempunyai ketahanan yang cukup kuat sehingga tidak mudah rontok saat proses konsumen melakukan pengulekan bahan – bahan.

Tekstur batu yang padat partikelnya tidak akan jatuh berbaur dengan bahan yang di ulek. Menghaluskan bahan dengan menggunakan cobek batu juga akan lebih mudah jika di bandingkan dengan jenis cobek lainnya.

Nama :Alfira Valentiana

Alamat :Perum.puskopad blok A no 9 singosari malang

Email: Alfiravalentiana5@gmail.com

Pekerjaan : Mahasiswa