Kesaksian Siswa Korban Ambruknya SDN Gentong. Sebelum Atap Roboh, Bu Vina Ajak Kami Keluar Ruangan

Kesaksian Siswa Korban Ambruknya SDN Gentong. Sebelum  Atap Roboh, Bu Vina Ajak Kami Keluar Ruangan Abdul Muktim, (kiri) siswa korban ambruknya bangunan SDN Gentong, kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan. Foto Iwan dayat.

Kabarwarta.id - Sevina Arsy Wijaya (20) guru SDN Gentong yang tewas di ruang kelas V akibat tertimpa material bangunan sebelum kejadian robohnya bangunan menyerukan anak didiknya untuk keluar dari ruang kelas.

"Bu Vina sebelum sekolah roboh, menyuruh kami untuk keluar dari ruangan kelas. Dan bu guru memasang kerajinan tangan hasil karya kami di papan ruang kelas saya yang roboh," ujar Abdul Muktim, korban luka - luka siswa kelas V, SDN Gentong, kota Pasuruan, Rabu (6/11/19).

Siswa kelas V A ini mengungkapkan, bahwa sebelum ruangan kelas roboh, ada beberapa siswa yang kembali masuk ke kelas termasuk dirinya dan Sevina yang merupakan guru yang berstatus sebagai tenaga honorer untuk melihat siswi yang kurang enak badan di ruang kelas yang berada di bagian depan SDN Gentong ini.

"Ada teman saya yang sakit, dan Bu Sevina menjenguk teman saya untuk memberikan obat, dan menempelkan kerajianan karya siswa. Kemudian tembok diatas itu roboh," tambah Muktim.

Sebanyak empat ruang kelas ambruk di sekolah dasar yang berada di jalan Kyai Sepuh kelurahan Gentong, kota Pasuruan yakni ruang kelas V a, V b, II a, II b yang ditempati oleh puluhan siswa dan siswi.

Pasca robohnya ruangan kelas di sekolah ini, polres Pasuruan bersama labfor polda Jatim melakukan olah kejadian perkara dan tim dari Kementrian PUPR wilayah Jawa Timur serta Auditor dari Kemendikbud mendatangi lokasi kejadian.

Hingga berita ini dirilis, Sebanyak 6 siswa dan siswi dari kelas V dan kelas II masih menjalani perawatan di ruang paviliun dan ruang bedah mawar RSUD R. Soedarsono kota Pasuruan.(dyt)