"Ketika Alam Sudah Murka"

Foto penulis, Muchammad Ar Rosyid Adhyaksa

Batam, Kabarwarta.id - Tanpa kita sadari di tahun 2021 ini penuh dengan bencana alam, awal tahun ini kita di sambut dengan berita duka dimana, saudara-saudara kita mengalami musibah alam.

Yang datang bertubi-tubi, musibah alam yang menimpa saudara-saudara kita ini bukan hanya karena geografis Indonesia dan cuaca yang kurang baik, namun juga peringatan dari tuhan untuk kita sebagai manusia agar besryukur dan mejaga yang sudah ada, yang dimaksud disini adalah alam kita yang sudah diberikan tuhan agar di jaga dengan cara buang sampah pada tempat nya, pembuangan limbah pabrik tidak di sungai, limbah-limbah atau sampah-sampah bisa dikelola dan di daur ulang bila langsung dibuang bisa di urai sampah plastik sendiri sampah makanan sendiri agar semua sampah-sampah itu beguna mempunyai fungsi dan tidak menyumbat pada sungai dan saluran air.

Ketika menebang pohon jangan hanya di butuhkan saja pohonya namun ditanam kembali atau disebut melakukan reboisasi, tidak hanya merusak saja namun juga di rawat,agar tidak menyesal di lain hari,karena efeknya bukan hanya ke diri kita namun anak cucu kita, ketika alam-alam sudah murka seperti sekarang kita hanya bisa apa, hanya bisa melihat, menyesali, dan membuka pengalangan dana untuk membantu saudara-saudara kita.

Alam ini ketika dia bisa berbicara mereka akan menangis karena tidak dirawat oleh manusia, hanya memanfaatkan saja tanpa menyayangi dan merawatnya.

Jaman sekarang sudah banyak cara edukasi juga tentang alam ketika kita melakukan kesalahan pada alam kita juga mendapatkan hasilnya, seperti kita menyangi alam kita juga mendapatkan hasilnya kesadaran pada diri sendri untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan alam. Kurangi sampah plastik, mengurangi pemakai sampah, dan sedotan plastik juga cara pribadi untuk megurangi sampah plastik.

Bencana alam yang menghampiri Indonesia menurut hasil terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 197 bencana terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 1 Januari hingga 23 Januari 2021. Bencana alam yang terjadi di Indonesia meliputi yaitu adalah banjir dan tanah longsor yang ada di kabupaten Agam,Sumatra barat.

Bencana alam ini menyebabkan jalan di Jorong Batunanggai, Tanjung Sani terputus lantaran tertimbum material longsor. Di Galapuang ini juga ada satu rumah yang terdampak banjir dengan ketinggian 15 cm. Serta di daerah Galapuang juga terjadi banjir dan tanah longsor.

Adapun banjir dan gelombang pasang air laut juga terjadi di daerah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, arus gelombang air laut yang berasal dari laut lepas arah Kepualuan Natuna, akibat dari tingginya arus gelombang air laut ini berdampak pada rumah-rumah penduduk yang diterpa arus dan menyebabkan beberapa rumah terendam dan ada juga yang mengalami kerusakan, menurut hasil rilis prakiraan ketinggian gelombang oleh BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) beberapa pekan lalu arus gelombang didaerah Natuna mencapai kurang lebih ketinggian gelombang 2 hingga 4 meter tertanggal, Kamis (21/01/2021).

Ketika alam sudah murka kita tidak dapat menghindari lagi sebagai manusia. Itu juga sebagai pengingat dari tuhan untuk kita menjaga alam serta bersyukur.

Sebab, kita sebagai manusia yang membutuhkan alam. Tanggung jawab terhadap alam adalah ditangan kita sebagai manusia jangan hanya merusak namun juga harus bertanggung jawab, dimulai dari diri sendiri dulu baru mengingatkan oran lain.

Karena, apa yang kita lakukan didunia akan dipertanyakan natinya. Secara sosiologis juga sangat berkaitan karena Sosiologi Lingkungan, secara alam dan manusia saling membutuhkan dan harus saling menjaga serta menghargai maupun harus adanya hubungan timbal balik baik dari manusia agar tetap terjaga kelestarian alam.

Biodata penulis

Nama : Muhammad Ar Rosyid Adhyaksa

Tempat, Tanggal Lahir : Batam, 22 Juli 2000

Alamat : Pondok Indah MC.Dermott Blok J/3. Kec, Sekupang. Kota Batam. Kepulauan Riau

E-MAIL : arrosyid.adhyaksa@gmail.com

Pekerjaan : MAHASISWA SOSIOLOGI FISIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG