Ketika Covid -19 Hampir Berusia Satu Tahun Dan Mahasiswa UNS yang Bergerak Untuk Mminimalisir Penyebaranya

Ketika Covid -19 Hampir Berusia Satu Tahun Dan Mahasiswa UNS yang Bergerak Untuk Mminimalisir Penyebaranya Mahasiswa UNS memberikan sarana cuci tangan hasil karyanya kepada warga dalam rangka menekan angka penyebaran Covid -19. Foto Aria Arga Ananta

Purbalingga, kabarwarta.id - Ketika Covid -19 hampir berusia Setahun, Mahasiswa KKN UNS Terus Bergerak Tekan Penyebaran Covid-19 di kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

Sudah hampir satu tahun, s tepatnya pada pertengahan Maret 2020 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus covid-19 telah menjadi pandemi global. Seluruh sektor yang ada pun ikut terdampak, baik itu kesehatan, ekonomi hingga pendidikan. Berbagai strategi dan perubahan tata kelola manajemen pun dilakukan pihak-pihak terkait untuk menghadapi pandemi ini.

Begitu pula yang dialami perguruan tinggi di seluruh Indonesia termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS). Seluruh kegiatan rutin kampus yang ada pun harus dilakukan secara daring, termasuk di dalamnya pengabdian mahasiswa yang lebih dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). 

Pelaksanaan KKN UNS periode kali ini (Januari-Februari 2021) berjeniskan tematik integratif dan menggunakan metode gabungan secara daring dan luring.

Mahasiswa peserta KKN juga dibagi menjadi beberapa kelompok dan diampu oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk kemudian melaksanakan beberapa program kerja individu dan kelompok.

Tujuannya tentu sebagai aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pengabdian kampus untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, guna membantu menyelesaikan berbagai problematika yang ada. Terdapat banyak kelompok yang terbagi dan terpencar di berbagai daerah di seluruh Indonesia, salah satunya yakni Kelompok 26 dengan lokasi program kerja kelompok di daerah Kabupaten Purbalingga, tepatnya di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang. 

Kelompok yang terdiri dari 9 mahasiswa dari berbagai jurusan ini membawa tema “Supporting Pemahaman Covid-19” dalam program kerjanya. Tema ini tentu sangat relevan dengan kondisi kita bersama yang sedang dirundung pandemi Covid-19 ini.

Melihat angka penyebaran yang terus merangkak naik, membuat Kelompok 26 KKN UNS tergerak untuk melaksanakan program kerja berupa pembuatan tempat cuci tangan sistem injak dan pembuatan hand sanitizer bersama karang taruna desa setempat. 

Pembuatan tempat cuci tangan sistem injak sendiri sudah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya, untuk kemudian dibagikan sebanyak 3 buah pada 3 titik yang berbeda. Mulai dari balai desa hingga masjid setempat yang berpotensi menjadi titik kerumunan warga sekitar. Pembuatan hand sanitizer dilaksanakan pada hari yang sama. Dengan bahan alat yang telah tersedia, anggota Kelompok 26 KKN UNS bersama Karang Taruna Eka Kriya 3 RW 05 Desa Kalikajar berhasil membuat sebanyak 50 botol semprot siap pakai.

Hand sanitizer yang sudah jadi kemudian dibagikan kepada beberapa warga masyarakat sekitar. 

“Saya sangat berterimakasih dengan adanya program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini, karena sudah memfasilitasi terutamanya untuk tempat cuci tangan sistem injaknya. Ini adalah tempat cuci tangan pertama tanpa sentuh yang menggunakan sistem injak di Desa Kalikajar. Saya berjanji akan sangat memanfaatkan alat ini untuk dapat digunakan warga Desa Kalikajar, khususnya yang sedang mengunjungi Kantor Kepala Desa agar dapat menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi” ujar Ayatno, Kades Kalikajar

Hal senada juga disampaikan takmir Masjid Baitul Ghufron dan Masjid Baitul Muslimin yang menjadi titik diletakannya tempat cuci tangan sistem injak lainnya. Mereka sangat antusias dan berterimakasih dengan adanya pembuatan tempat cuci tangan dengan sistem injak tersebut. 

warga Desa Kalikajar tergolong cukup baik terhadap program kerja yang dilaksanakan Kelompok KKN UNS 26, baik yang mendapat pembagian hand sanitizer buatan swadaya bersama kelompok karang taruna, maupun para pemangku desa yang menerima tempat cuci tangan sistem injak. Mereka menjadi semakin sadar dan peduli untuk lebih menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Hal ini sesuai dengan tujuan dari adanya pelaksanaan program kerja yang dicanangkan oleh Kelompok KKN UNS 26, yakni diharapkan masyarakat Desa Kalikajar dapat menjadi lebih sadar akan pola hidup bersih dan sehat serta memberikan supporting pemahaman terkait pandemi covid-19 yang sedang melanda kita bersama. 

Langkah yang dilakukan Kelompok KKN UNS 26 ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi penanganan angka penyebaran covid-19 khususnya di Kabupaten Purbalingga.

Biodata penulis :

Aria Arga Ananta

S1 Transfer Ilmu Komunikasi UNS Kelompok 26 KKN UNS

Email aria.arga3@student.uns.ac.id kknunskelompok26@gmail.com