Konflik Pembangunan Bendungan

Konflik Pembangunan Bendungan Foto penulis: Chandra Aldi Novarman

Kabarwarta.id - Konflik Pembangunan Bendungan

Oleh : Chandra Aldi Novarman

Pembangunan industri, merupakan salah satu jalur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap daerah. Dalam arti, memberikan konstribusi pada tingkat hidup yang lebih maju, dan bermutu.

Namun, pada kenyataannya hal tersebut tidak selalu benar, karena masih terdapat beberapa permasalahan industrial yang mewarnai keberadaan industri di beberapa kota di Indonesia.

Keberadaan industri yang dalam proses produksinya di iringi oleh semangat kapitalisme, justru menimbulkan masalah yang semakin memperlemah keadaan buruh.

Kegiatan pembangunan dalam dunia industri yang hanya ber orientasi pada keuntungan justru akan menimbulkan perselisihan yang memperburuk kualitas hubungan antar buruh dan pemilik industri.

Seperti halnya, konflik yang sedang terjadi di kalangan masyarakat industri saat ini menyebabkan program pembangunan tersebut belum di laksanakan sampai saat ini dikarenakan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah Desa terhadap pembagian kerja yang tidak merata bagi masyarakat sekitarnya.

Sehingga, masyarakat masih banyak yang menjadi pengangguran, serta tidak adanya panggilan dari proyek -proyek lainnya. Faktor itulah yang menjadikan masyarakat yang tidak mendapat lahan pekerjaan melakukan aksi demo dan tuntutan kepada pihak atasan atau pemilik industri.

Konflik realistis menurut Coser, berasal dari kekecewaan terhadap tuntutan kasus yang terjadi dalam hubungan dan dari perkiraan kemungkinan keuntungan partisipan, dan ditujukan pada objek yang dianggap mengecewakan.

Hal tersebut terjadi karena pemerintah Desa hanya melakukan perekrutan pekerja hanya bagi orang-orang yang mendukung, atau bersuara pada pemilihan kepala Desa yang terpilih saat ini, sehingga, terjadi protes dan aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak terpilih dalam pelaksanaan program kerja tersebut.

Resolusi yang dapat saya berikan dan saya tawarkan dalam penyelsaian masalah tersebut adalah, peningkatan kualitas perekrutan dengan mengadakan tes tulis atau praktik sehingga dapat menjamin keadilan dalam perekrutan pekerja dalam proyek tersebut, kemudian tidak menjadikan sebagian orang atau pemerintah Desa sebagai tim perekrutan langsung di karenakan akan membuat konflik yang sama akan terjadi lagi, dan pemilik proyek melakukan pemberitahuan terbuka pada masyarakat sekitar secara langsung.

BIODATA PENULIS

Nama: Chandra Aldi Novarman

Email : Chandra.adinovarman@gmail.com

Pekerjaan : Mahasiswa Fisip Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang