Mahasiswa PMM UMM Sosialisasikan Pentingnya Menjaga PHS Di Dusun Sukorembug, Batu

Mahasiswa PMM UMM Sosialisasikan Pentingnya Menjaga PHS Di Dusun Sukorembug, Batu Mahasiswa PMM UMM berikan sosialisasi PHBS di kota Batu. Foto Dedy Firmansah

Batu, kabarwarta.id - Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa atau biasa disebut dengan (PMM), yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, telah menyumbangkan banyak hal dalam berbagai programnya.

Termasuk, mensosialisasi masyarakat perihal menjalankan pola hidup sehat di masa pandemi Covid-19 saat ini. Sosialisasi yang dilakukan tersebut ialah termasuk dalam program kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

Sekaligus menjadi program utama diantara program-program yang lainya. Sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa UMM ini, dilaksanakan di Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Malang. Dusun terdiri dari 3 RW / Rukun Warga, serta 13 RT / Rukun Tetangga.

Dusun tersebut telah sekian lama menjadi Dusun dengan mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan penjual bunga. Selain itu, wilayah tersebut dianggap masyarakat sekitar sebagai tempat destinasi wisata bunga, sekaligus sebagai tempat transaksi jual beli bunga dan tanaman lainnya. Banyaknya berbagai wisatawan yang datang di wilayah tersebut, dikhawatirkan akan menimbulkan potensi meningkatnya jumlah penyebaran virus Covid-19.

Oleh sebab itu, menjaga pola hidup sehat menjadi hal yang terpenting untuk saat ini. Apalagi disaat situasi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir sampai sekarang. Dan masyarakat harus tetap menjaga pola hidup sehat, agar terhindar dari penyebaran covid-19. Misalnya dengan cara mengkonsumi makanan-makanan yang bergizi seimbang, rutin berolahraga setiap pagi ataupun sore, dan mengurangi berbagai aktivitas yang berada diluar rumah, serta mematuhi prosedur protokol-protokol kesehatan covid-19 selama diberlakukannya masa new normal.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menanggapi virus covid-19, seringkali mereka mengabaikan peraturan protokol kesehatan. Seperti jarang memakai masker, tidak menjaga jarak minimal satu meter dan lain sebagainya. Oleh kerena itu, dengan adanya program sosialisasi ini diharapakan masyarakat sadar.

Bahwa pentingnya menjaga pola hidup sehat dan mentaati protokol kesehatan adalah cara untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Di masa new normal saat ini masyarakat harus bisa berhadaptasi dengan lingkungkan sekitar, setalah diberlakukannya masa lockdown beberapa bulan kemarin.

Tentunya hal ini telah menimbulkan dampak bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Sehingga masyarakat mau tidak mau harus bisa beradaptasi dan berdamai dengan kondisi saat ini. Selain itu, di masa new normal ini, masyarakat harus tetap menjaga pola hidup sehat dan mentaati berbagai peraturan mengenai protokol kesehatan yang telah himbau oleh pemerintah.

Meskipun sudah tidak diberlakukannya sistem lockdown disetiap daerah. Namun masyarakat harus tetap menjaga pola hidup sehat dan mentaati perturan protokol kesehatan di masa new normal ini. Sosialisasi menjadi hal terpenting di era new normal.

Untuk saling mengingatkan satu sama lain, agar tetap menjaga pola hidup sehat dan mentaati protokol kesehatan di masa era new normal. Mengingat, penyebaran covid-19 hingga hari ini masih belum berakhir. Tentunya hal ini membutuhkan kesadaran bersama untuk mencegah penyebaran covid-19 semakin meluas dikalangan masyarakat. Oleh sebab itu, atas dasar kemanusiaan. Maka timbul kepedulian dan kesadaran oleh Mahasiswa PMM UMM untuk melakukan kegiatan sosialisasi kepada warga atau masyarakat Dusun Sukorembug.

Walaupun menurut data dilapangan belum ada korban yang meninggal akibat terpapar virus Covid-19 di Dusun tersebut. Namun dari anggota tim PMM UMM tetap melaksanakan kegiatan sosialisasi, demi mencegah dan mengantisipasi potensi penyebaran Covid-19. Dengan keyakinan

“Mencegah lebih baik dari pada mengobati“ hal inilah yang menjadikan semangat tersendiri bagi mahasiswa PMM UMM selama melakukan kegiatan tersebut. Sosialisasi ini dilakukan baik secara perorangan maupun dari rumah ke rumah.

Selain itu, sosialisasi ini dimulai dari warga RW 10, dilanjut ke RW 11, sampai pada akhirnya di RW terakhir, yaitu RW 12. Tentunya tim mahasiswa PMM UMM ini berupaya sebisa mungkin untuk tidak mengumpulkan massa dan tetap mematuhi prosedur protokol kesehatan yang telah ditetapkan di dusun tersebut. Tentunya dari respon dilapangan kami mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat sekitar.

Dengan segala upaya ini, mahasiswa PMM UMM ingin agar masyarakat menjalankan pola hidup sehat di masa new normal ini dan mematuhi protokol kesehatan.

Dimana yang pada akhirnya upaya ini dapat menekan jumlah korban dan dapat juga memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa PMM UMM ini, tidak hanya sosialisasi melalui pembicaraan saja, namun juga sosialisasi dengan menggunakan media cetak yaitu berupa poster. Poster-poster tersebut ditempelkan di tempat-tempat yang sering dijadikan tempat perkumpulan oleh warga sekitar.

Contohnya seperti tempat ibadah, pos kamling/pos ronda, dan tempat-tempat titik perkumpulan lainnya. Dengan diberikannya poster-poster ini, tentunya kami berharap kepada masyarakat agar hal ini dapat menjadi pengingat sekaligus himbauan, supaya mereka selalu menjaga pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan di masa new normal ini.

Tentunya program sosialisasi ini bukan hanya untuk para warga sekitar, namun juga untuk para pendatang atau para wiasatawan yang berkunjung di Dusun tersebut.

Agar mereka turut menjalankan pola hidup sehat dan mematuhi prosedur protokol kesehatan covid-19. Selain sosialisasi kepada warga masyarakat, tim mahasiswa PMM UMM tersebut juga melakukan pembagian masker dan hand sanitizer kepada warga setempat. Sembari melakukan kegiatan sosialisasi. Dengan demikian masyarakat dapat lebih mengutamakan kesehatan serta keselamatan dirinya dan orang di sekitarnya.

Pembagian masker dan hand sanitizer ini dilakukan dengan sistem perorangan atau rumah ke rumah. Sama halnya dengan kegiatan sosialisasi tersebut. Serta dilaksanakan dari RW 10, dilanjutkan ke RW 11, lalu yang terakhir yaitu RW 12. Tentunya hal ini banyak masyarakat yang merespon positif terhadap kegiatan yang kami lakukan.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan lagi dalam menjaga pola hidup sehat dan mematuhi prosedur protokol kesehatan yang telah dihimbaukan oleh pemerintah.

Dan semoga dengan adanya upaya penyadaran yang kami lakukan ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan bisa menjadi contoh khalayak masyarakat luar. Serta penyebaran virus Covid-19 ini segera berakhir.

BIODATA PENULIS

Nama : DEDY FIRMANSAH

E-mail : firmansahdedy911@gmail.com

Pekerjaan : Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Malang