Memperkuat Perekonomian Di Masa Pandemi Covid -19 Melalui Peran KUD Di Probolinggo

Memperkuat Perekonomian Di Masa Pandemi Covid -19 Melalui Peran KUD Di Probolinggo Foto penulis Nur Fauzi Hendra Pratama

Probolinggo, Kabarwarta.id -Memperkuat Perekonomian di masa Pandemi Covid -19 melalui peran KUD di kabupaten Probolinggo. Salah satunya adalah KUD Argopuro yang berlokasi di Jalan Raya Dusun Timur, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

KUD Argopuro sendiri terletak di lereng Gunung Argopuro, dimana di daerah tersebut masyarakatnya berkecimpung di sektor peternakan dan pertanian.

Nama KUD Argopuro sendiri diambil dari nama gunung yang terletak tidak jauh dari KUD itu sendiri yaitu Gunung Argopuro.

Perjalanan menuju ke KUD Argopuro yaitu dengan melalui jalan yang berliku-liku dan tertata rapi, dimana kita di suguhkan pemandangan yang eksotis. Memang KUD Argopuro terletak di pegunungan dan jauh dari perkotaan, namun disitu terdapat usaha yang dari tahun-ketahun mampu eksis dalam roda ekonomi lebih khususnya bagi masyarakat desa sekitar.

KUD Argopuro Krucil Probolinggo didirikan pada tahun 1976, dengan mengantongi badan hukum No.4612/BH/II/1980, yang mana telah disahkan pada tanggal 06 Desember 1996, KUD Argopuro telah lama bergelut di dunia usaha yaitu di bidang produksi susu, dimana setiap harinya KUD Argopuro mampu menghasilkan susu 19 ton dan pemasaran produksinya masih tertuju ke dalam satu titik yaitu PT. Nestle Kejayan Pasuruan sebesar 95 % dan untuk penduduk sebesar 5%. Sebelum KUD Argopuro bisa memasok hasil susu sapi perahnya ke PT. Nestle KUD Argopuro menyiasati dengan menjadi anak angkat dari KUD Grati Pasuruan yang mana sudah memasok hasil susunya ke PT. Nestle.

Setelah PT. Nestle melakukan survei terhadap potensi peternak di kecamatan Krucil, baru pada tahun 1992 PT. Nestle bersedia menerima langsung setoran susu dari KUD Argopuro yang sudah mencapai 1.200 liter/per hari.

Pada tahun 2018 peternak di kecamatan Krucil meningkat menjadi 5050 ekor sapi yang dapat menghasilkan produksi susu sebesar 40 ribu liter/per hari dan peternak sapi perah di desa Sukapura sebesar 169 ekor, desa Sumber sebesar 638 ekor, desa Tiris sebesar 70 ekor, desa Gending sebesar 14 ekor, desa Dringu sebesar 66 ekor, desa Lumbang sebesar 12 ekor dan desa Tongas 33 ekor.

Desa Krucil adalah desa yang paling banyak menyumbang hasil susu sapi perah di daerah Probolinggo dan disusul dengan desa Sumber.

Hal ini berdampak baik bagi perekonomian Dengan meningkatnya peternak di kecamatan Krucil itu sendiri, dapat membantu pendapatan suatu daerah melalui sektor peternakan, membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran.

Di masa Pandemi Covid-19 yang menimpa seluruh dunia termasuk Indonesia sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Hal itu menyebabkan bertambahnya jumlah pengangguran, karena kebanyakan perusahaan mengistirahkan karyawan demi meminimalisir kerugian perusahaan.

Sedangkan untuk UMKM mereka mengalami penurunan daya beli masyarakat yang menjadi permasalahannya. Dalam permasalahan ini KUD Argopuro sendiri melakukan kerja sama dengan masyarakat disekitar untuk menjamin kehidupan di daerah tersebut. 

Dengan menambah pasokan susu sapi perah dari masyarakat sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam hal ekonomi dan keuangan.

Solusi dalam memperkuat perekonomian pada masyarakat di daerah KUD Argopuro yaitu dengan memperhatikan suatu kendala yang harus di hadapi saat ini.

Adapun inisiatif-inisiatif yang harus dilakukan, seperti memperkembang biakkan sapi perahnya dan akan menambah penghasilan bagi masyarakat, semakin banyak sapi perah yang ada maka akan semakin baik penghasilan yang didapat oleh masyarakat.

Kedua yaitu dengan memperluas jangka pasar olahan susu murni dari KUD sendiri tanpa fokus ke dalam satu produsen yang akan memasok hasil susu sapi perahnya, hal itu dapat meningkatkan penghasilan dari KUD dan masyarakat.

Ketiga yaitu dengan mengembangkan suatu wisata yang sudah ada di krucil menjadi lebih menarik agar masyarakat dari luar daerah lebih tertarik untuk kesana, seperti menambah tempat wisata baru lagi untuk rumah susu.

Di rumah susu sendiri kita bisa tau bagaimana proses pemerahan susu sapi perah. Hal itu berdampak baik bagi pengunjung, karena dari yang tidak tau cara pemerahan susu sapi perah menjadi tau.

Oleh karena itu, apabila suatu KUD dapat menjalankan inisiatif-inisiatif tersebut, maka akan berdampak baik bagi penghasilan masyarakat dan pemerintah. 

Biodata penulis

Nama: Nur Faizi Hendra Pratama Ttl : Probolinggo, 29 Agustus 2000

Alamat : Desa Dawuhan, Kec. Krejengan, Probolinggo

Email : n.faizihendra.p@gmail.com

Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang