Mengajar Di TPQ Oleh Mahasiswa UMM Sebagai Wujud Implementasi Pengabdian Kepada Masyarakat

Mengajar Di TPQ Oleh Mahasiswa UMM Sebagai Wujud Implementasi Pengabdian Kepada Masyarakat  Mahasiswa UMM mengajar di TPQ Al Hikmah Kecamatan Katang Ploso kabupaten Malang. Foto Clarysa Dwi Rahmafani

Malang, kabarwarta.id - sebagai salah satu bentuk implementas ilmu dan pengabdian kepada masyarakat, maka Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan sebuah kegiatan bernama Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa yang sedang menempuh jenjang pendidikan Strata 1 atau S-1 baik perorangan atau kelompok, dengan tujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kegiatan ini sendiri memiliki bobot penilaian sebesar 4 SKS (Satuan Kredit Semester) dengan lama kegiatan 30 Hari. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakan (DPPM) UMM menawarkan Kegiatan PMM ini sebagai alternatif menyikapi kondisi saat ini, dimana sedang terjadi pandemi Covid-19 yang menghambat terlaksananya progam Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Untuk selanjutnya mengutip pernyataan Ir. Alik Ansyori A., M.T. selaku Kepala Devisi KKN, menyatakan bahwa kegiatan PMM Bhaktimu Negri dan juga PMM berkelanjutan bisa diprogram oleh Mahasiwa UMM kapanpun dan tidak perlu menunggu setiap semester. Serta lokasi kegiatan dari PMM Bhaktimu Negri dan Berkelanjutan ini bisa ditentukan oleh mahasiswa sendiri dengan menyatakan alasan di dalam proposal yang akan di kirim kepada pihak DPPM UMM.

Bertepatan pada bulan Februari hingga Maret 2021, gelombang kedua (Gelombang 2) PMM UMM 2021 telah dimulai. Salah satu pesertanya adalah kelompok 29 dengan anggota 5 orang yang melaksanakan kegiatan PMM di Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kec. Karang Ploso, Kabupaten Malang.

Selama kegiatan PMM, kelompok 29 dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H  selaku dosen prodi Fakultas Hukum UMM. Kelompok 29 PMM UMM Gelombang 2 2021 ini memiliki salah satu progam berupa membantu Belajar mengabdi di TPQ AL-hikmah, sebagai wujud kepedulian sesama muslim.

Pengabdian ini dilakukan guna untuk membimbing adik-adik TPQ agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah Tajwid dan Makhorijul Khuruf, walaupun setiap hari mereka sudah diajari oleh para ustadzah, tapi dengan adanya mahasiswa PMM dari UMM Malang ini dapat memberi Suasana baru bagi mereka. Kegiatan ini mulai dilakukan pada hari minggu setiap sore pukul 15.00 sampai dengan pukul 16:30 di Dusun Supiturang, Desa Bocek, Kec. Karangploso, Kab. Malang.

Di TPQ tersebut banyak terbagi kelas mulai kelas anak PAUD hingga anak remaja SMP yang setiap harinya ikut mengaji di TPQ tersebut, untuk anak PAUD atau pemula mereka diajar menggunakan metode buku ngaji Yanbu’a dan Iqro sebagai acuan belajar dan untuk anak yang sudah lancar membaca Iqro mereka bisa langsung membaca menggunakan AL-Qur’-an.

Adek-adek juga diajarkan sopan santun ketika bertemu dengan guru dan sesama temannya, Selalu berpamitan dan berucap salam ketika sebelum dan sesudah pengajaran adalah budaya yang mesti diterapkan di TPQ, Juga membaca surat-surat pendek sebelum kegiatan dimulai agar adek-adek secara tidak langsung menghafalkan surat pendek sejak usia belia.

Adapun membaca shalawat nabi dan doa selesai membaca tilawatil Qur'an ketika selesai pengajaran supaya berkah dan dirahmati Allah dalam kegiatan belajar mengajarnya. Disamping itu, mereka juga diberi pengetahuan mengenai Bahasa Arab yang setiap pertemuan Harus menghafalkan yang dijadikan syair lagu agar lebih mudah untuk mengingatnya.

Cara mengajar dengan metode lagu atau bernyanyi secara bersama-sama pun juga turut digemari dan menyenangkan mengingat usia mereka yang masih TK maupun SD sangat suka sekali menyanyi dan supaya adek-adek semangat dalam belajar membaca Al-Qur'annya.

“Saya dengan senang hati menerima kehadiran kakak-kakak PMM dari UMM Malang untuk membantu mengajar ustadzah-ustadzah disini, dan saya sangat juga mempersilahkan untuk mengisi waktu belajar mengajar dengan pengalaman kakak-kakak PMM. Agar anak anak disini juga memiliki pengalaman dari kakak-kakak”Ujar salah satu ustadzah di kelas anak PAUD.

Menanggapi hal ini, Bapak Sukari selaku Kepala Dusun Supiturang beserta warga menyambut positif dan mendukung kegiatan tersebut.

Namapenulis: Clarysa Dwi Rahmawati

Alamat: Desa Gedog Wetan Kec. Turen Kab. Malang

Email : clarysaraharja@gmail.com

Pekerjaan: Mahasiswi

 

 

 

Penulis: Clarysa Dwi Rahmawati

Pekerjaan :Mahasiswa UMM