Mesra Saat Antarkan Anshori Mendaftar Ke Partai Golkar, Pudjo Basuki Terancam Sangsi Dari PDI P

Mesra Saat Antarkan Anshori  Mendaftar Ke Partai Golkar, Pudjo Basuki Terancam Sangsi Dari PDI P Pudjo Basuki ( kiri lima) Saat mengantarkan H. Ahmad Anshori mengambil Formulir Ke DPD partai Golkar kota Pasuruan. Foto istimewa.

Kabarwarta.id - Mesra dan ganyeng saat mengantarkan Bacakada H. Ahmad Anshori mendaftar ke DPD partai Golkar kota Pasuruan. Pudjo Basuki terancam sangsi dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

"Ini sudah yang kedua, Sebelumnya Pudjo mengantarkan Rosman Ariansyah yang notabene bukan kader PDI P saat mendaftar ke partai Getindra. Sekarang, menggandeng Anshori yang juga bukan petugas partai PDI P. Dan terkait hal ini, DPD PDI P Jatim akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi," Ujar Eddy Paripurna, Wakil  Ketua DPD PDI P Jatim bidang Pembangunan manusia dan kebudayaan, selasa (28/1/20).

Sebelum menjatuhkan vonis ataupun sangsi, Eddy menjelaskan bahwa Pudjo akan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai kader partai yang berlogo kepala banteng dengan moncong putih.

"Yang jelas, ada sangsi hingga pemecatan sebagi kader PDI P, Tapi yang berhak memutuskan adalah DPP PDI Perjuangan. Namun, Sebelumnya kami perlu melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk dimintai keterangan oleh dewan kehormatan partai PDI Perjuangan," tambah Eddy, yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pasuruan periode 2008-2013.

Pria yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua komisi D di DPRD provinsi Jawa Timur ini memaparkan bahwa seharusnya Pudjo tidak melakukan langkah itu, karena yang dia antarkan bukan kader PDI P maupun calon yang didukung oleh PDI Perjuangan.

"Meskipun rekom untuk Teno dari DPP PDI P belum turun, Seharusnya, sebagai kader partai yang loyal dan militan. PudjoTetap harus memberikan dukungan kepada teman - teman di DPC PDI P kota Pasuruan," tegasnya.

Terkait hal ini, Pudjo Basuki saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan, Nampak nada dering saat di telfon oleh wartawan media ini, Namun belum diangkat.(dyt)