Naikkan Gengsi Pepaya, Mahasiswa UTM Menyulapnya Menjadi Camilan Stick Bernilai Jual

Naikkan Gengsi Pepaya, Mahasiswa UTM Menyulapnya Menjadi Camilan Stick  Bernilai Jual Mahasiswa UTM (kiri) bersama warga memegang Stick pepaya karya mereka. Foto Indah Sulistyowati

Madiun, kabarwarta.id - Naikkan Gensgi dan nilai jual buah pepaya, Mahasiswa UTM membuat Stick pepaya muda menjadi camilan sehat yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual. Pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia memiliki dampak yang signifikan khususnya di bidang perekonomian.

Perekonomian di masa pandemi ini cenderung menurun dan tidak stabil karena banyaknya PHK, UMKM sepi, bahkan di bidang pertanian pun juga sedikit menurun. Dampak tersebut menuai perhatian khusus untuk mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang sedang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Madiun.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan  di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Lokasi ini ditentukan berdasarkan domisili setiap mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dihandle langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura. Kegiatan ini memiliki tema BANGKIT DI MASA PANDEMI.

Pepaya muda termasuk dalam salah satu bahan makanan yang jarang dimanfaatkan bahkan biasanya digunakan sebagai pakan ternak dan juga dibiarkan sampai busuk di pohonnya. Melimpahnya bahan baku di daerah tersebut, akan sangat disayangkan apabila buah pepaya muda ini tidak dimanfaatkan. Banyak faktor yang membuat pepaya muda begitu melimpahnya tidak dimanfaatkan diantaranya kurangnya edukasi mengenai pengolahan pepaya muda, masyarakat kurang suka dengan pepaya muda karena biasanya meninggalkan rasa gatal di mulut. M

Universitas Trunojoyo Madura dalam bimbingan Arief Setyawan, S.Pd., M. Pd. selaku dosen pembimbing lapang berhasil memanfaatkan buah pepaya muda menjadi salah satu camilan sehat yang disukai oleh masyarakat. Pengolahan stick pepaya muda ini tidak menggunakan bahan pengawet sama sekali dan juga menerapkan sanitasi (kebersihan) dan juga produksi bersih.

Perwakilan mahasiswa pengabdian kepada masyarakat kelompok 57 Indah Sulistyowati menyampaikan bahwa stick pepaya muda ini menjadi salah satu ide bisnis yang bisa dilakukan ibu rumah tangga. Karena dengan modal yang kecil bisa menghasilkan keuntungan yang besar, sehingga hal tersebut bisa membantu menstabilkan kembali perekonomian rumah tangga di kala pandemi seperti ini.  Sosialisasi pengenalan produk ini kepada ibu ibu PKK dengan menayangkan video sekaligus pembagian produk stick pepaya muda yang sudah jadi. Ibu ibu PKK sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi ini.

Rasanya enak bahkan rasa pepayanya bisa dibilang hilang dan terasa seperti keripik pada umunya. Bahkan ini lebih gurih dan lebih renyah. Pertama kali saya mencoba tak kira dari jamur ternyata bukan pungkas Ibu Santi selaku ibu ibu PKK. Dilanjutkan pada Minggu (27/06) dilakukan sosialisasi kedua untuk pembagian poster cara pembuatan stick pepaya muda agar lebih memudahkan ibu ibu bila ingin membuatnya.

"Alhamdulillah sudah banyak ibu ibu yang mencoba membuat sendiri camilan sehat ini untuk keluarga dirumah. Bahkan salah satu anggota ibu PKK sudah mulai merencanakan untuk memproduksi untuk dijual dimulai dari tetangga sekitar dan online shop" terang ketua PKK desa Segulung.

Penulis Indah Sulistyowati 

Mahasiswa Strata1 program studi Teknologi Industri Pertanian di Universitas Trunojoyo Madura.