Pandemi Covid -19, PMM UMM Berdayakan Kembali Green House Kedungpedaringan

Pandemi Covid -19, PMM UMM Berdayakan Kembali Green House Kedungpedaringan Mahasiswa PMM UMM bersama kepala Desa Kedungpedaringan di Greenhouse. Foto Cherya

Malang, kabarwarta.id - PMM Universitas Muhammadiyah Malang mengoperasikan kembali GreenHouse Kedungpedaringan Sebagai Alternatif Berkebun Selama Pandemi Covid-19 Greenhouse sudah dikenal dan dikembangkan sejak abad ke-16 di Eropa.

Fasilitas ini semakin disorot karena ada istilah greenhouse atau rumahkaca yang menjadi isu global warming. Greenhouse umumnya diketahui masyarakat sebagai rumah kaca, yang di dalamnya terdapat tumbuhan.

Jenis tumbuhan yang ditanam juga beragam mulai dari sayur, bunga, hingga buah. Dengan adanya greenhouse ini, maka dapat menanam tumbuhan kapan pun karena dalam greenhouse, suhu dan kelembapan dapat diatur menyesuaikan dengan jenis tumbuhan yang ditanam.

Di tengah masa pandemi Covid-19 tak sedikit orang mempunyai hobi baru salah satunya adalah berkebun, termasuk warga di Desa Kedungpedaringan. Oleh sebab itu, pihak Desa Kedungpedaringan dengan adanya Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammmadiyah Malang Kelompok 2 Gelombang 4 melakukan kerjasama merencanakan program kerja untuk mewujudkan keinginan berkebun tersebut dengan membersihkan dan merenovasi Greenhouse Desa Kedungpedaringan.

Pada saat melakukan diskusi bersama bapak Kepala Desa Kedungpedaringan, ia mengatakan bahwasannya tiang-tiang greenhouse telah ada sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu namun sudah tidak beroperasi kembali. Program kerja ini PMM UMM Kelompok 2 Gelombang 4 berkolaborasi dengan PMM UMM Kelompok 29 Gelombang 3.

Proses membersihkan dan merenovasi lahan Greenhouse Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 2 Gelombang 4, ada masyarakat Desa Kedungpedaringan yang sangat berpatisipasi membantu dan bersedia menjadi relawan tanpa bayaran, sehingga program kerja yang kami rencanakan dapat terealisasikan dengan tepat waktu dengan hasil yang maksimal.

Pelaksanaan pembangunan dan renovasi PMM Kel.2 Gel.2 memakan waktu kurang lebih satu minggu. Mulai dari pembersihan lahan,pemasangan paranet kembali,membenarkan posisi besi agar kokoh,membuat rak bunga serta memindahkan bibit tanaman ke polybag.

Dalam waktu kurang lebih satu minggu tidak luput dari bantuan teman rekan kelompok 29 gelombang 3 dalam membuat Green House karena kelompok tersebut juga menggunakan lahan Green House untuk dijadikan bibit kolam lele.

Jadi didalam bangunan Green House yang kami buat juga terdapat bibit kolam lele. Mahasiswa PMM kelompok 2 gelombang 4 melakukan renovasi Green House dikarenakan pihak desa mengatakan bangunan yang akan dibuat Green House tersebut terbengkalai selama kurang lebih satu tahun maka dari itu mahasiswa PMM kelompok 2 gelombang 4 menyarankan ide progran kerja kepada pihak desa dan desa pun menyetujui hal itu dikarenakan alasan yang disampaikan bermanfaat, alasannya yaitu agar daerah perpustakaan yang menjadi salah satu program kerja PMM kelompok 2 gelombang 4 ini memiliki ikon desa yang menarik dan bermanfaat bagi lingkungan dan juga memjadikan Green House ini sarana berkebun dan budidaya yang menyenangkan dan menghasilkan bagi myasyarakat yang mengunjunginya.

Yang membuat menariknya juga pihak desa berfikiran agar di desa Kedungpedaringan ini ramai kunjungan dan menjadi produktif dalam kegiatan yang PMM kelompok 2 gelombang 4 buat. Harapan kami greenhouse ini bermanfaat untuk warga desa Kedungpedaringan Adapun hal yang membedakan dan menjadi keunggulan Greenhouse di Desa Kedungpedaringan dengan desa lainnya yaitu terdapat berbagai jenis tanaman toga dan tanaman hidroponik yang tersusun rapi diatas kolam budidaya benih ikan lele.

Dengan dibangunnya Greenhouse maka dapat memberikan manfaat ini antara lain : Tanaman dapat berproduksi secara berkelanjutan dan berkesinambungan sepanjang tahun. Hal ini disebabkan pada green house kita dapat mengatur suhu, kelembaban, tekanan udara maupun pH sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan tanaman/crop. 

Penggunaan air, pupuk maupun pestisida lebih efisien, baik dalam dosis penggunaan, waktu maupun tempat. Karena kita menggunakan polybag yang tentu sangat efektif dalam penggunaan pupuk, air dan pestisida. Resiko tanaman terserang penyakit menjadi lebih kecil karena lingkungan dalam green house sendiri secara langsung maupun tidak telah terlindung dari lingkungan luar.

Setelah greenhouse ini jadi pun kami juga memastikan greenhouse akan beroperasi. Sehingga setelah kegiatan kami selesai di desa Kedungpedaringan greenhouse dapat terawat dan semakin berkembang.

Biodata Penulis

Nama : Cherya Hanie Firstia

Alamat : Jl. Jend.A. Yani RT.05 Desa Sepakat Kec.Loa Kulu Kab. Kutai Kartanegara Kalimantan Timur N

Email : cheryahanie@gmail.com

Pekerjaan : Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang