Pasca Presiden Jokowi Divaksin Covid -19, Walikota Pasuruan Nyatakan Siap Divaksin, Berikut ini Statementnya

Pasca  Presiden Jokowi Divaksin Covid -19, Walikota Pasuruan Nyatakan Siap Divaksin, Berikut ini Statementnya Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Foto iwan dayat

Kabarwarta.id - Pasca Presiden Joko Widodo di Vaksin Covid -19 hari ini. Walikota Pasuruan menyatakan kesiapan dirinya untuk divaksin, berikut pernyataanya.

"Saya siap divaksin pertama bersama jajaran Forkopimda dan tenaga kesehatan di kota Pasuruan," kata Walikota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo, Rabu (13/1/21).

Pria nomor satu di kota Pasuruan ini menyatakan bahwa untuk mendapatkan Vasinasi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti berusia dibawah 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

Dilain tempat, Kepala Dinas Kesehatan kota Pasuruan dr. Sierly Marlena mengungkapkan bahwa saat ini Vaksin Covid -19 untuk kota Pasuruan masih belum terdistribusi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.

"Masih untuk wilayah Kota Surabaya dan kabupaten Sidoarjo. Kota Pasuruan setelah kedua kota tersebut," ujarnya.

Selain Tenaga kesehatan, Sierly mengungkapkan bahwa di tahap awal Vaksinasi akan dilakukan kepada jajaran TNI dan Polri. "Walikota, tenaga kesehatan dan jajaran Forkopimda kota Pasuruan," terangnya.

Berikut syarat orang yang akan divaksinasi berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/4/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi Covid -19 

- Tidak pernah terpapar Covid -19

-Suhu tubuh penerima vaksinasi harus dibawah 37,5 derajat celcius. Jika lebih dari suhu tersebut pemberian Vaksin Covid -19 harus ditunda. Penundaan Vaksinasi hingga calon penerima vaksin sudah dinyatakan sembuh dan terbukti tidak menderita Covid -19.

- Tekanan darah harus dibawah 140/90 mmHg. Jika lebih maka Vaksin Corona tidak boleh diberikan

- Jika dalam kondisi hamil, Menyusui, Mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis maka vaksinasi tidak diberikan.

- Bagi penderita diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58mmol/mol atau 7,5 % maka vaksinasi tidak diberikan.

- Tidak memiliki penyakit Paru seperti Asma dan TBC dalam pengobatan dapat diberikan Vaksinasi. Minimal setelah dua minggu mendapat obat anti Tuberkulosis.

- Tidak menderita HIV. Jika menderita HIV tanyakan angka CD4 - nya. Bila CD4<200 atau tidak diketahui maka Vaksinasi tidak diberikan.(dyt)