Pasca Satu Tahun Ambruknya SDN Gentong. Esok, Dispendik Kota Pasuruan Kumpulkan Walimurit

Pasca Satu Tahun Ambruknya SDN Gentong. Esok, Dispendik Kota Pasuruan Kumpulkan Walimurit Empat ruang kelas SDN Gentong kota Pasuruan yang Ambruknpada 5 November 2020 yang menewaskan 2 orang dan belasab siswa luka - luka. Foto Iwan dayat

Kabarwarta.id - Pasca satu tahun lebih ambruknya empat ruang kelas di SDN Gentong tepatnya pada bulan November 2019.

Esok hari (21/12/20) pihak Dinas pendidikan dan kebudayaan mengumpulkan walimurid di gedung madrasah diniyah Al Islamiyah dalam komplek pondok pesantren Al Ghofuriyah Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Undangan untuk walimurid disebarkan melalui Wag (wahatssap group) paguyuban kelas yang diberikan oleh guru SDN Gentong. Adapun kutipan isinya adalah, "Mengharap kehadiran walimurid untuk rapat bersama kepala dinas pendidikan dan kebudayaan terkait rencana pembangunan kembali gedung SDN Gentong," isi kutipan di group Wag walimurid SDN Gentong.

Terkait hal ini, Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota Pasuruan Mualif Arif saat dikinfirmasi terkait hal ini melalui WA belum memberikan jawaban.

Ambruknya gedung yang digunakan oleh siswa dan siswi kelas 2A dan 2B kelas serta kelas 5A dan 5B menewaskan satu orang siswi kelas 2B yakni Irza Almira Ramadhani (8) dan seorang guru honorer Pengganti yang mengajar di kelas 5A Sevina Arsy Putri Wijaya pada 5 November 2019 pagi.

Atas kejadian ini, polisi menetapkan dua tersangka yakni kontraktor pembangunan gedung dan pihak PPK. Insiden ambruknya gedung SDN Gentong kembali terjadi pada 3 November 2020 yang kali ini merusak atap dua ruangan  TK Dharma Tini VIII kota Pasuruan.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari Mualif Arif terkait rapat yang akan diadakan esok hari bersama pihak sekolah dan walimurid SDN Gentong yang direncanakan dilakanakan pada pukul 07.30.00 wib di gedung Madin Al Islamiyah jalan Kyai Sepuh, kota Pasuruan.(dyt)