Pengatur Air Bersih Di Kota Pasuruan Dikritik Wakil Rakyat, Bahkan Menuntut Direkturnya Diganti, InI Pemicunya

Pengatur Air Bersih Di Kota Pasuruan Dikritik Wakil Rakyat, Bahkan Menuntut Direkturnya Diganti, InI Pemicunya Kantor PDAM Kota Pasuruan di jalan Erlangga Kota Pasuruan. Foto Iwan dayat

Kabarwarta.id - Pengatur air bersih di Kota Pasuruan Dikritik oleh anggota DPRD, Bahkan Direkturnya karena dinilai melempem oleh para wakil rakyat diminta untuk diganti, ini penyebabnya.

"Sudah ada SPAM Umbulan, Masak masih kesulitan air bersih, terutama di daerah pesisir seperti, kelurahan Ngemplak," Kata Farid Misbah, Minggu (19/9/21).

Menurutnya, Kinerja PDAM (perusahaan daerah air minum) terutama Direkturnya kurang maksimal dalam memanfaatkan potensi yang ada dan seharusnya harus diganti. "Kami meminta Walikota Pasuruan melakukan evaluasi total terhadap kinerja PDAM, Kalua perlu Direkturnya diganti," Cetus Farid yang sudah menjabat anggota DPRD Kota Pasuruan selama tiga periode.

PDAM dinilai melempem belum bisa mengakomodasi jaringan pipa kepada pelanggan rumahan, terutama di perkampungan penduduk. Jaringan Sekunder SPAM Umbulan untuk kota Pasuruan hanya sampai di DC Pleret, Selebihnya menjadi tanggung jawab PDAM Kota Pasuruan.

"Seharusnya, Direktur PDAM lebih jeli melihat peluang ini dan pandai memanfaatkanya serta melakukan loby agar jaringan air bersih Spam Umbulan bisa dinikmati pelanggan kota Pasuruan hingga dirumahnya," tambah Dia.

PDAM Kota Pasuruan mendapatkan jatah dari Spam Umbulan sebesar 110 liter per detik dan kabupaten Pasuruan sebesar 410 liter per detik.

Spam Umbulan menguntungkan kabupaten Sidoarjo yang akan mendapatkan pasokan air sebesar 1.200 liter per detik disusul kota Surabaya sebesar 1.000 liter per detik dan kabupaten Gresik yang mendapat jatah 1.000 liter per detik.

Saat ini, Debit air Spam Umbulan yang berkapasitas 4.000 liter per detik hanya bisa dimanfaatkan sebesar 900 liter per detik atau sekitar 20 persen dari total kapasitasnya.

"Ini menjadi pekerjaan Direktur yang seharusnya sudah bisa memanfaatkan peluang dari Spam Umbulan sehingga Masyarakat kota Pasuruan sudah dapat menikmati aliran air bersih," tandas Farid.

Masyarakat bisa menikmati air bersih dengan harga yang kompetitif. Namun sampai saat ini Spam Umbulan belum bisa dinikmati secara maksimal oleh masyarakat kota Pasuruan yang notabene juga tuan rumah dari sumber mata air terbesar di Jawa Timur.(dyt)