Peran LSM Dan Ormas di Blitar Saat Pandemi Covid -19

Peran LSM Dan Ormas di Blitar Saat Pandemi Covid -19 Foto penulis, ovitasati Virgi Bestiana

Blitar, kabarwarta.id - Peran LSM dan Ormas di Blitar saat Pandemic Covid-19

Oleh: Ovitasari Virgi Bestiana 

Lembaga Swadaya Masyarakat, (LSM) sendiri merupakan organisasi yang dibentuk perorangan, atau kumpulan orang secara sukarela untuk menjembatani, membela kepentingan rakyat serta menjaga stabilitas politik dan sosial.

Organisasi ini juga dikenal sebagai Organisasi non pemerintah (ONP) atau (non governmental organization). 

Perkembangan LSM atau Ormas di Blitar berjalan sangat pesat, terhitung sampai dengan bulan Januari 2020 sebanyak 119 Organisasi Masyarakat (Ormas) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LMS) yang telah terdaftar.

Sesuai dengan Permendagri No. 56 Tahun 2007 tentang pengawasan Ormas di lingkungan Kementrian dan Pemerintah Daerah serta Permenkumkam RI No. 5 dan 6 Tahun 2014 tentang cara pengesahan badan hukum Yayasan dan perkumpulan.

Ormas maupun LMS dalam suatu daerah harus berbadan hukum resmi dengan mendaftar ke pusat terlebih dahulu kemudian Pemerintah Daerahnya-lah yang akan menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Kegiatan Ormas maupun LMS di Blitar berjalan dengan baik. Kegiatannya selalu dikontrol dan diberikan pembinaan oleh Bakesbangpol bersama PBD secara rutin melalui sosialisasi dan pembinaan strategi pembangunan di Blitar. khususnya, dalam perormasan.

Dengan selalu menekankan sanksi apabila terdapat pelanggaran terhadap apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan serta pelaksanaan kegiatannya harus bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat di Blitar.

Dari data yang diperoleh pada awal bulan Januari 2020 sebelum adanya pandemic Covid-19 yang merajalela seperti saat ini telah terdapat 3 Organisasi, yakni Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), Organisasi Masyarakat (Ormas) Bledug Kelud, dan Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) yang mengadakan program bedah rumah tak layak huni khusus untuk keluarga miskin dan kurang mampu di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. tepatnya, di Lingkungan Bence RT. 01/02 di rumah Ibu Saudah.

Dana yang digunakan ketiga Organisasi tersebut berasal dari dana swadaya, sumbangan dari anggota organisasi serta sumbangan donatur dari himpunan yang terkait.

Dalam proses pembangunanya, ketiga organisasi juga mengajak masyarakat Lingkungan Bence RT 01 RW 02  untuk bersama-sama membangun rumah milik Saudah agar cepat selesai dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Namun, ketika Indonesia mengalami pandemic Covid-19 khususnya di daerah Blitar, terhitung mulai   6 Oktober 2020 sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) No. 440/5538/SJ mengenai Kemitraan antara Pemerintah daerah dengan LSM dan Ormas dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Daerah.

Peran Ormas maupun LMS di Blitar sangat diperlukan guna membantu Pemerintah Daerah dalam menangani wabah Covid-19 yang menjalar di masyarakat.

Blitar yang semula berstatus siaga menjadi tanggap darurat virus corona atau Covid-19 khususnya di Kabupaten Blitar. 

Bupati Blitar, Rijanto melakukan  rapat melalui video conference guna mengurangi pertemuan berskala besar dan mencegah rantai penyebaran Covid-19 tepatnya di Ruang Command Center (30/03/2020) mengatakan bahwa, untuk memutus mata rantai wabah virus corona yang ada di Kabupaten Blitar ini dapat dilakukan dengan cara pengadaan pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah, hingga ke tingkat kecamatan, desa/kelurahan, Dusun/RT/RTW yang dipimpin oleh Kepala Desa melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala dan menerapkan pola hidup sehat serta tetap mematuhi anjuran Peraturan Pemerintah.

Kerjasama yang baik dan tepat  dapat dilakukan antara Ormas, LMS bersama Pemkab Blitar saat pandemic ini ialah, dengan menggunakan skema Swakelola Tipe lll dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang sebelumnya sudah diatur dalam Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang cara memperoleh barang/jasa yang direncanakan dan diawasi oleh Kementerian/Lembaga maupun Perangkat Daerah dan dilaksanakan oleh Ormas.

Diharapkan dari kerjasama tersebut membawa dampak yang positif bagi seluruh elemen masyarakat khususnya di Blitar untuk meningkatkan partisipasiannya dalam proses pencegahan dan penanganan Covid-19 agar cepat pulih seperti sediakala.

Pemerintah Daerah dengan bantuan Ormas ataupun LSM yang ada di Blitar sepatutnya memberdayakan kompetensi yang dimilikinya guna meningkatkan kualitas, jangkauan layanan serta sumber daya manusianya dalam penanganan pandemic Covid-19 agar lebih maksimal dan cepat berakhir.

Boodata Penulis

Nama : ovitasati Virgi Bestiana

Mahasiswa UMM

Jurusan Akutansi