Pilbub Pasuruan Masih 2024, Cabubnya Sudah Hangat Diperbincangkan Dikalangan Gus Dan Kyai

Pilbub Pasuruan Masih 2024, Cabubnya Sudah Hangat Diperbincangkan Dikalangan Gus Dan Kyai Gus Saiful Huda, (kiri) Sekretaris Duriah Mbah Semendi, Winongan, kabupaten Pasutuan. Foto Novan Arianto

Kabarwarta.id - Pemilihan Bupati (Pilbub) Pasuruan masih akan dihelat pada 2024 mendatang, Namun sosok Calon Bupatinya sudah hangat diperbincangan oleh kalangan Gus dan Kyai. Salah satu yang menanggapi hal ini adalah Sekretaris Duriah Mbah Semendi, Winongan, Kabupaten Pasuruan.

"Di tingkat para pengasuh pondok pesantren, Kyai - Kyai dibisi i oleh Kades - kades bahwa Bu Lulis itu akan maju, Cuma itu bukan merupakan sebuah keresahan, Meskipun Kyai itu tidak meungkin menjadikan perempuan sebagai kepala daerah. Tetapi keresahan para Kyai lebih mendahulukan pengurus NU. Dan secara emosional mereka menginginkan Gus Mujib sebagai Bupati Pasuruan," Kata Gus Saiful Huda, Sekretaris Duriah Semendi, Kamis (19/8/21).

Menurutnya, Gus Mujib saat ini sangat hati - hati menyikapi Gus Irsyad kedepan. "Karena yang menggelinding nama Bu Lulis, ketika seandainya Iya, itu Coz nya sangat besar sekali. Tapi jika Gus Mujib yang direkom PKB stabilitas agak enak tidak terlalu membuat resah dan coz nya lebih murah," kata Gus Huda.

Huda menambahkan, peranan NU yang tidak terkontaminasi oleh radikalisasi sebelum pilkada 2024 diinginkan oleh para kyai. "NU yang murni dan stabilitas Pasuruan akan lebih aman. Campur tangan penguasa terhadap muskercab NU itu sangat menentukan untuk 2024" ujarnya.

Jika Bu Lulis dan Gus Mujib bertarung menjadi rival, sangat dimungkinkan akan muncul nama yang lain. "Dokter mufti dengan kapasitasnya ponpes salafiyah sangat mumpuni menjadi calon Bupati dari PDI Perjuangan begitupun dengan Andri," terangnya.

Nama lain menurut Gus Huda, dari suara para Kyai bahwa Bu Lulis akan digandengkan dengan Rohani Siswanto. " Tapi dari orang hijau sendiri tetap menginginkan Gus Mujib," kata Gus Huda.

Nama lain selain diatas yakni, Mas Dion menurut Gus Huda juga memiliki kans cukup besar. "Tapi kalau untuk nilai jual mas Dion masih kalah dengan Gus Mujib," kata Gus Huda.

Pengasuh pondok pesantren Nurul Islam kota Pasuruan ini menegaskan, Tidak menutup kemungkinan dengan kepiawaian Gus Irsyad, Gus mujib yang yang sudah memiliki nama besar bisa kalah, karena rekom PKB belum tentu kepada Gus Mujib.

"Coz politik sangat tinggi otomatis stabilitas di pasuruan akan goyah," terang Dia.

Keberadaan NU di 2024 sangat vital, "Sangat fatal ketika keinginan Bu Lulis dengan Gus Mujib, otomatis PKB tidak akan memberikan dua rekom, Rekom sangat menentukan sekali meskipun para kyai menginginkan Gus Mujib ini yang membuat gamang para kyai," kata Gus Huda.

Peristiwa Pilkada 2013 menurutnya bisa terjadi jika Gus Mujib dan Bu Lulis akan bertarung yang juga akan muncul calon Bupati dan calon Wakil Bupati lainya.

"Danil PKB merupakan kekuatan yang tersembunyi karena memiliki JFK (Jusbakir Fans Klub)," kata Gus Huda.

Gus Danil menurutnya secara emosional melalui pesantren Besuk memiliki kekuatan besar dibandingkan dengan mas Dion.

"Para pengasuh pondok pesantren masih melihat mas Danil daripada mas Dion. Karena mas Danil memiliki gerbong yang nyata melalui pesantren dan kiprahnya Gus jalil. jika kekuatan mas Dion hanya di Cangaan Bangil kalau dengan Besuk masih ke Gus Danil dan struktur organisasi NU yang saat ini dikuasai oleh keluarga Besuk hingga tingkat ranting," tambah Gus Huda.

"Mas Dion jika tidak direkom PKB tidak akan maju, opo jare PKB," imbuh Gus Huda.

Kehebatan Gus Irsyad saat ini menurut Gus Huda yakni mampu merangkul Gus Mujib, Mas Dion dan Mas Danil. Namun hal ini bisa berubah jika nanti di 2024 Lulis maju menjadi Calon Bupati Pasuruan.

Partai lain seperti Golkar, Nasdem, PPP, Gerindra, PKS dan lainya menurut Gus Huda jika PKB satu paket, mereka akan kesulitan melakukan perlawanan kecuali dengan koalisi besar dan coz biaya yang juga besar mereka dimungkinakan bisa menyamai PKB. Namun jika PKB terpecah tidak menutup kemungkinan pilkada 2024 bisa direbut oleh partai lainya dan koalisinya.(dyt)