Pria Bertato Ini Dijerat Lima Belas Tahun Penjara Akibat Ho Ho Hi Hek Dengan Siswi SD

Pria Bertato Ini Dijerat Lima Belas Tahun Penjara Akibat Ho Ho Hi Hek Dengan Siswi SD Tersangka, KAN (baju biru) saat Press Release di polres Pasuruan yang dipimpin Kapolres AKBP Rofiq Himawan (kanan). Foto Iwan dayat

Kabarwarta.id - Pria bertato, KAN (26) warga Gempolsari kecamatan Pungging kabupaten Sidoarjo yang menggauli korban ES (12) siswi sekolah dasar di sebua villa di Tretes, Prigen kabupaten Pasuruan dijerat hukuman lima belas tahun penjara.

"Tersangka mengelabui korban dengan iming - iming diajak ke pasar porong tapi oleh tersangka dibawa dan digauli di sebuah villa di Tretes," kata AKBP Rofiq Ripto Himawan, senin (15/3/21).

Rofiq yang menjabat Kapolres Pasuruan menegaskan bahwa tersangka sudah melakukan aksinya sebanyak lima kali.

"Tersangka sudah lima kali mencabuli korban dan atas perbuatanya tersangka diancam hukuman lima belas tahun penjara," ujarnya.

Tersangka melakukan aksinya mulai bulan November 2020 dan terakhir tercatat pada kamis 25 Februari 2021 di sebuah villa kamaran di gang Kalitaman, Tretes, Prigen hingga akhirnya atas laporan korban tersangka diamankan Satreskrim polres Pasuruan.

Saat Press Release di mapolres Pasuruan kepada wartawan tersangka yang bersetatus duda dengan anak satu mengaku sebelum melakukan aksi persetubuhan kepada korban dirinya sudah menjalin asmara (pacaran) dengan korban yang dikerahui masih duduk di bangku kelas VI SD.

"Tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara atau denda sebesar lima miliar rupiah," tandas Rofiq.

Dalam kasus ini, Satreskrim polres Pasuruan mengamankan barang bukti berupa satu kaos motif garis - garis lengan pendek milik korban, celana dalam warna pink milik korban, BH motif warna pink milik korban dan celana panjang warna hitam milik korban.

Selain itu, dari pelaku pihak penyidik unit PPA Satreskrim mengamankan barang bukti berupa satu buah jaket warna hitam, satu buah jaket warna merah dan satu buah topi warna merah.

"Motif pelaku melakukan perbuatan tersebut karena ingin memuaskan hasrat dirinya sendiri," pungkas Kapolres Pasuruan.(dyt)