Ribuan Susu Kaleng Kadaluarsa Disita Polres Pasuruan, Sementara Itu Pengedar Masih DPO

Ribuan Susu Kaleng Kadaluarsa Disita Polres Pasuruan, Sementara Itu Pengedar Masih DPO Kapolres Pasuruan bersama barang bukti susu kaleng kadaluarsa saat press release. Foto hms

Kabarwarta.id - Polres Pasuruan mengungkap Ribuan Kaleng Susu Kadaluarsa di Pasaran melalui  Satreskrim. Dan barang bukti susu  saat disita  karena  produk susu Nestle yang ternyata sudah melampaui batas kadaluarsa namun pengedarnya masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasus ini terungkap dari adanya laporan masyarakat, yakni Seorang pengusaha roti yang mengeluhkan produknya tidak jadi sempurna setelah membeli banyak susu dan kemudian mencampurkan bahan susu yang ia beli dari seorang pengusaha asal Sidoarjo.

Pengusaha tersebut  berinisial DS, warga asal Krian, Sidoarjo. Dan dia saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

Awalnya seorang pengusaha bernama Gunawan ini membeli susu kaleng kental kepada DS sebanyak 1.872 kaleng yang disimpan dalam 39 box. Dia membeli itu kepada DS seharga Rp 8 juta. Dia membeli kepada DS yang memiliki usaha sebagai distributor di Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menyebut modus yang digunakan tersangka DS adalah merubah tanggal kadaluarsa pada susu kaleng,Sehingga seolah-olah produk susu masih layak untuk dikonsumsi.

"Tahun asli pengolahan sebenarnya 2018. Namun baru diperdagangkan tahun 2020," ujar kapolres.

DS sendiri menurut dia saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.

Atas kasus ini penyidik menetapkan dua pasal kepada buron DS sebagai tersangka. Yakni, Pasal 62 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu juga Pasal 143 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.(HMS/dyt)