Rongsokan Terbakar Di Rejoso, Kerugian Capai Seratus Juta Rupiah

Rongsokan Terbakar Di Rejoso, Kerugian Capai Seratus Juta Rupiah Petugas dari polsek Rejoso dan pemadam kebakaran (BPBD) di lokasi gudang yang terbakar. Foto Istimewa

Kabarwarta.id - Kebakaran meludeskan gudang rongsokan yang berisi besi tua di jalan raya Rejoso desa Kedungbako, kecamatan Rejoso, kabupaten Pasuruan, minggu (27/9/20).

Gudang milik H. Ubaidillah yang berisi plastik bekas di Dusun Wonowoso RT 01 RW 03 desa Kedungbako terbakar sekitar pukul 12.10 wib. "Tidak ada korban, namun kerugian material diperkirakan mencapai seratus juta rupiah," kata Kapolsek Rejoso, AKP Bambang Sugeng.

Berikut Kronologis kejadian menurut kapolsek yang pernah menjabat sebagai kasat reskrim polres Pasuruan kota ini.

"sekitar pukul12:10 wib, awal mula korban H.Ubaidillah mendengar teriakan ada kebakaran dari penguna jalan yang berhenti di pinggir jalan (depan rumah korban). seketika itu korban, Melihat gudangnya terdapat kobaran api di blok tumpukan biji plastik yang cepat merambat ke beberapa lokasi di tumpukan barang bekas yang sudah siap di kirim. api kemudian semakin membesar karena banyaknya barang yang mudah terbakar dan kencangnya tiupan angin," terangnya.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran tiba (satu unit dari PMK Kota Pasuruan,satu unit dari BPBD Kota Pasuruan), berupaya memadamkan api dan melakukan penyemprotan pendinginan lokasi kebakaran.

"Api dapat dipadamkan serta dilakukan pendinginan pada pukul 14:23 wib," jelas Bambang.

Di lokasi Kejadian Terbakarnya gudang rongsokan banyak terdapat barang bekas yang sangat mudah terbakar.

"Tidak seluruhnya terbakar, Kondisi gudang yang terbakar sekitar 20 persen dan awal mula api terlihat di blok tumbukan biji plastik yang terdapat KWH Meter," imbuhnya.

Kebakaran ini di duga dari adanya hubungan Arus pendek dan Setiap hari Minggu aktifitas jual beli rongsokan diliburkan.

"Korban menolak di lakukan identifikasi,dengan alasan murni kejadianini adalah kecelakaan, serta tidak menuntut secara hukum ke pihak manapun dan bersedia membuat surat pernyataan penolakan," pungkas Bambang.(dyt)