Situasi Pandemi Covid -19 Mahasiswa UMM Tetap Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Dengan Prokes Ketat

Situasi Pandemi Covid -19 Mahasiswa UMM Tetap Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Dengan Prokes Ketat Mahasiswa UMM yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PMM). Foto Muhammad Yunus

Malang, kabarwarta.id -Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa adalah program dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai pengganti kuliah kerja nyata (KKN) dalam situasi pandemi covid seperti saat ini. Dalam program tersebut mahasiswa bisa menempuhnya kapan pun, tidak seperti KKN yang biasanya dapat ditempuh ketika mahasiswa sudah memasuki semester 6 atau 7, anggota di dalamnya juga dalam jumlah kecil yaitu maksimal 5 orang.

Universitas Muhammadiyah Malang mendisain hal tersebut guna mempermudah mahasiswa untuk terjun langsung di masyarakat sesuai dengan kondisi dan situasi yang dialami saat ini.

Program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa juga terdapat dua jenis. Pertama mahasiswa dapat terjun langsung di lingkungan masyarakat sebagaimana KKN pada umumnya dengan durasi waktu kegiatan selama 1 bulan, dan kedua mahasiswa dapat menggunakan perkembangan media sosial dengan cara menyusun program dalam bentuk kampanye dengan durasi 3 bulan.

Salah satu kelompok pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah kelompok 30 gelombang 8, yang memilih untuk terjun langsung di Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang tepatnya di Dusun Lowok Leses yang resmi dibuka pada tanggal 9 Juni 2021 di kediaman kepala dusun Lowok Leses.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan juga tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Dusun Lowok Leses sendiri termasuk ke dalam wilayah administratif Desa Dengkol, Singosari, Kabupaten Malang dan termasuk dusun terkecil di desa tersebut, karena hanya terdiri dari 3 (tiga) RT (rukun tetangga) saja. 

Namun diluar luas wilayahnya, Lowok Leses sangat memiliki potensi di bidang pertanian khususnya cabai besar yang hingga saat ini mampu menopang kehidupan masyarakatnya. Akan tetapi diluar potensi yang mampu menunjang perekonomian masyarakat, dusun tersebut juga memiliki beberapa masalah, diantaranya ketersedian air bersih dan signal.

Salah satu permasalahan yang sangat perlu diperhatikan adalah signal, karena dengan keterbatasan tersebut masyarakat sangat sulit untuk mengakses internet guna mendapatkan informasi terkini, khususnya terkait dengan perkembangan pandemi covid dan keberlangsungan belajar mengajar secara daring.

Berangkat dari permasalahan yang ada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa kelompok 30 gelombang 8, berupaya membantu permasalan yang dialami warga dengan melakukan kegiatan pengabdiannya di dusun tersebut.

Adapun beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan adalah psikoling (Psikoedukaasi keliling) terkait dengan perkembangan covid dan SaMar (Sabtu Mengajar) yaitu bimbingan belajar bagi anak-anak dusun, dan beberapa program penunjang diantaranya pelatihan UMKM untuk membantu meningkatkat perekonomian dan kreatifitas warga dalam mengolah hasil pertaniannya, serta MiNam (Minggu Menanam) yaitu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kegiatan positif sekaligus hiburan bagi anak-anak yang kegiatan belajar mengajarnya tidak dapat berjalan dengan maksimal. 

Dalam program kerja tersebut mahasiswa tidak serta merta menyusunnya akan tetapi juga melibatkan pihak-pihak terkait diantaranya Kepala dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, Karang taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).

Hal tersebut dilakukan guna mendapatkan program kerja yang tetap sasaran hingga nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat kedepannya.

BIODATA PENULIS 

Muhammad Yunus 

Jl. Raya Sengkaling Gg. Sidorame 14 Malang Jawa Timur

Pekerjaan : Mahasiswa