Sooko Perindah Penataan Lahan Kosong Dengan Maksimalkan Dana Desa

Sooko Perindah Penataan Lahan Kosong Dengan Maksimalkan Dana Desa Taman Desa Sooko kabupaten Mojokerto. Foto Putri Hanindya

Mojokerto, kabarwarta.id - Sooko Perindah Penatausahaan dan Cegah Banjir Dengan Maksimalkan Dana Desa Mojokerto.

Desa Sooko Gang 8 RT 02 RW 07 yang berada di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto Jawa Timur melakukan perbaikan tata usaha pada lahan kosong di sebelah utara mushola setempat.

Perbaikan tata usaha yang dimaksud adalah pembangunan Taman Desa. Dengan total biaya yang didapat sebesar Rp977.3500,00 yang terdiri atas rincian Bantuan Pemerintah Masyarakat (BPM) sebesar Rp995.000,00 serta biaya swadaya dengan nominal Rp2.735.000. Nama kelompok swadaya masyarakat ini adalah Sopan Asri.

Proyek dimulai pada tahun lalu tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2020 kemudian selesai pada Agustus tahun 2021. Taman Desa Sooko ini ditanami berbagai macam tanaman mulai dari tanaman hias hingga tanaman obat keluarga.

Selain pembangunan Taman Desa KOTAKU (Kota Anti Kumuh), penatausahaan desa ini juga terdiri atas pembuatan saluran batu kali. Seperti yang diketahui Desa Sooko Mojokerto ini merupakan desa yang berada pada daerah dengan status rawan banjir sebelumnya.

Selain karena terdapat Sungai Brantas yang mengaliri di sebelah barat, desa ini juga kurang memiliki tanggul yang kuat untuk membendung air sungai agar tak mudah meluap setiap musim penghujan tiba.

Selesai dalam waktu satu tahun saluran batu kali ini terbukti dapat mencegah banjir pada pemukiman warga seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Pemasangan paving pada jalan di desa pun turut dilakukan, hal ini masih berkaitan dengan peristiwa banjir. Melalui dana desa ini, masyarakat manfaatkan untuk meninggikan jalan setempat dengan pemberian jalan berpaving.

Alhasil Desa Sooko yang sebelumnya selalu berada dalam kekhawatiran bencana banjir, kini terlepas semua permasalahan tersebut. Eddy Taufiq selaku Kepala Dinas Permahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (KPRKP2) dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui Taman Kotaku Desa Sooko ini, Kabupaten Mojokerto ingin merealisasikan mimpi untuk menjadi daerah percontohan pemeliharaan daerah kumuh menjadi pemukiman yang lebih bersih.

“Mojokerto siap menerima bantuan apapun dari pemerintah pusat. Dengan adanya RTP ini, kami berharap Kabupaten Mojokerto, khususnya Desa Sooko bisa menjadi contoh untuk kawasan pemukiman-pemukiman menjadi lebih bersih sesuai dengan mimpi dari Bupati Mojokerto," ujar Luluk

Selain itu juga, Luluk Khodriyah (47) selaku Askot Mandiri Kabupaten Mojokerto yang saat itu hadir pada acara peresmian Taman Desa Sooko Gang 8 RT 02 RW 07 menjelaskan jika kegiatan serah terima pelaksanaan BPM (Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat) program Kotaku telah dialksanakan tanpa ada kendala apapun.

Luluk juga menambahkan bahwa tuntasnya pelaksanaan kegiatan tahun ini, maka semua dapat memanfaatkan semua prasarana infrastuktur lingkungan yang telah dibangun, menjaganya dan merawatnya dengan sebaik-baiknya serta penuh tanggung jawab, khususnya melalui Kelompk pemanfaat dan Pemelihara (KPP) yang dibentuk dtingkat Desa.

Biodata penulis 

Nama : Putri Hanindya Wardhani

Alamat : Jalan Singojoyo Perumahan Singojoyo Kav 10

Email : phanindya80@gmail.com

Pekerjaan : Mahasiswa Akuntansi UMM