Status Waspada Korona, Sholat Jumat Di Kota Pasuruan Tetap Diperbolehkan

Status Waspada Korona, Sholat Jumat Di Kota Pasuruan Tetap Diperbolehkan Habib Taufiq Assegaf (kiri) saat mengikuti rapat bersama Forkopimda kota Pasuruan dan Ormas islam terkait sholat Jumat selama status waspada Korona. Foto Istimewa

Kabarwarta.id - meskipun dalam status waspada, Pemerintah kota Pasuruan bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) bersama pengurus ormas islam bersepakat untuk tetap memperbolehkan melaksanakan sholat jum'at dengan tetap memperhatikan social distancing.

Keputusan ini diambil pasca Plt Walikota Pasuruan menggelar rapat mendadak bersama Kapolres Pasuruan kota, Dandim, Kemenag, MUI, DMI, NU, Muhammadiyah, Tokoh Agama, dan perwakilan ta'mir masjid se kota pasuruan.

Acara ini juga dihadiri oleh Habib Taufiq Assegaf yang menyikapi kondisi terkini virus corona yang berdampak pada pelaksanaan Ibadah Sholat Jum'at.

Berikut, beberapa point hasil rapat kesepahaman terkait sholat jum at di kota Pasuruan selama status waspada Korona antara lain:

Sholat Jum'at di Kota Pasuruan Tetap dilaksanakan dengan tetap memperhatikan Social Distancing.

Sholat Jum'at boleh diselenggarakan pada Musholla - Musholla terdekat walaupun jam'ah kurang dari 40 orang.

Jama'ah yang melaksanakan Sholat Jum'at dianjurkan untuk mempunyai wudlu dari rumah.

Khutbah dan sholat jum'at dilaksanakan sesingkat mungkin dengan tetap memperhatikan syarat rukunnya.

Setelah sholat jum'at, semua jama'ah dilarang berkerumun dan segera pulang ke rumah masing -masing.

Masjid atau musholla yang menyelenggarakan sholat jum'at diharapkan menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan dengan sabun.

"Selanjutnya, keputusan rapat ini akan disosialisasikan oleh takmir masjid kepada para jamaah dengan tetap memperhatikan faktor keamanan bersama dari ancaman bahaya virus corona," Ujar Raharto Teno Prasetyo selaku Plt Walikota Pasuruan, Jum'at (27/3/20).(dyt)