Tahun 2020, LMDH Jatiarjo Tarjetkan Tanam Kopi Di 50 Hektar Lahan Perhutani

Tahun 2020, LMDH Jatiarjo Tarjetkan Tanam Kopi Di 50 Hektar Lahan Perhutani Ketua LMDH Desa Jatiarjo, Hidayat Menanam bibit pohon kopi di area lahan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Pasuruan di lereng gununh Arjuna.Foto iwan dayat.

Kabarwarta.id - Di awal tahun 2020, Petani kopi yang tergabung di LMDH Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan menarjetkan bisa menanan kopi di lahan seluas 50 hektar di lereng Gunung Arjuna.

"Luas seluruh lahan sekitar 279 hektar, dan yang baru ditanami baru seperempatnya. Untuk tahun 2020 ini kami tarjetkan bisa menanam sejumlah 80.000 bibit pohon kopi di lahan seluas 50 hektar di lahan yang dikelola oleh Perum Perhutani," Kata Hidayat, Ketua LMDH Jatiarjo, Jum'at (3/1/20).

Lahan seluas 279 hektar merupakan lahan hutan produksi yang ditanami pohon jenis mahoni dan pinus dan dikelola oleh Perum Perhutani KPH Pasuruan.

"Diantara pohon mahoni atau pinus, petani yang tergabung di LMDH melakukan penanaman bibit pohon kopi yang bisa dipanen dalam waktu antara dua hingga tiga tahun kedepan," imbuh Hidayat.

Tercatat, Ada 200 petani yang tergabung di LMDH Desa Jatiarjo. "Seratus petani saat ini menanam kopi jenis Robusta dan Arabika dan seratus petani lainya memilih menanam tanaman buah- buahan," ungkap Hidayat.

Hidayat menjelaskan, Dalam satu hektar lahan, bisa ditanami hingga 1600 bibit pohon kopi di area lahan di bawah lereng gunung Arjuna dan Ringgit.

"Satu petani, mampu menanam di lahan seluas seper empat hingga setengah hektar tanaman pohon kopi yang saat ini dijual di pasar antara Rp 25 000 hingga Rp 35 000 per kilogram dalam keadaan kering," pungkas Hidayat.

Di Desa Jatiarjo, Petani yang handal menanam kopi dan memiliki dukungan dalam perawatan bisa menghasilkan kopi yang lebih berkwalitas dengan harga lebih tingggi antara Rp 50 000 sampai Rp 100 000 per kilogram seperti yang dilabeli Gumandar dan Jaran.

Adapun prisentase hasil penanaman bibit pohon kopi milik petani yang ditanam di lahan Perhutani sebesar 6 % untuk Perum perhutani KPH Pasuruan untuk tanaman kopi yang ditanam di satu hektar lahan.(dyt)