Tak Ada Kapal Besar Bersandar, Kini, Dermaga Pelabuhan Pasuruan Diganti Gerobag PKL

Tak Ada Kapal Besar Bersandar, Kini, Dermaga Pelabuhan Pasuruan Diganti Gerobag PKL Dermaga pelabuhan Pasuruan. Foto Iwan dayat

Kabarwarta.id - Tak ada kapal niaga berukuran besar bersandar di pelabuhan Pasuruan, Kini Dermaganya dikusai oleh PKL (pedagang kaki lima) yang menjual beragam makanan dan minuman siap saji, minggu (10/10/21).

Pelabuhan Pasuruan yang sebelumnya bernama Tanjung Tembikar ini kini menjadi tempat wisata santai keluarga yang disambut puluhan PKL yang berjajar di tepi Dermaga.

Berderet, tenda semi permanen dan rombong lapak PKL mulai dari depan kantor KP3 pelabuhan Pasuruan hingga ujung Dermaga yang termasuk dalam wilayah kelurahan Mandaranrejo dan kelurahan Panggungrejo kota Pasuruan.

"Wisata murah mas, melihat sunset sembari menikmati makanan dan minuman dengan harga murah diiringi perahu nelayan yang bersandar dari melaut," ujar Rofiqah, pengunjung pelabuhan Pasuruan.

Wanita ini tak sendiri, dirinya datang bersama rombongan keluarganya hanya untuk menikmati panorama matahari terbenam di ujung pelabuhan yang dikelola oleh PT. Pelindo 3 di Probolinggo.

"Sayangnya, ngak ada kapal besar yang masuk seperti dulu, yang mengangkut kayu dari kalimantan dan beragam barang lainya. Sekarang hanya perahu nelayan kecil dan perahu Korsing yang sandar disini," cetus Rofiqah.

Selain pedagang makanan dan minuman, di ujung pelabuhan Pasuruan saat ini juga terdapat beberapa arena permaianan untuk anak - anak yang berbayar dan dikelola oleh pihak swasta yang menyewa lahan milik Pelindo 3.

"Makanananya lumayan enak dan murah serta parkir gratis, namun untuk roda empat sekarang parkirnya di dalam gudang," imbuh Rofiqoh.

Mayoritas pengunjung pelabuhan Pasuruan warga kabupaten Pasuruan dari dataran tinggi dan didominasi oleh muda - mudi dan keluarga dari luar  Pasuruan.(dyt)