Tak Ada Prasarana Khusus, Pengadu Layang - Layang Bermain Di Lahan Persawahan Milik Warga

Tak Ada Prasarana Khusus, Pengadu Layang - Layang Bermain Di Lahan Persawahan Milik Warga Salah satu pengadu layang - layang saat menarik benang pasca layang - layangnya putus. Foto iwan dayat

Kabarwarta.id - Tak ada prasarana khusus untuk bermain layang - layang. Joki layang - layang tetap beradu ketangkasan memainkan benang dan layang - layang di lahan persawahan yang berada di kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Puluhan joki layang - layang aduan beraksi di jalan tembusan kelurahan Krapyakrejo."Kalau hari biasa mulai pukul 16.30 sampai pukul 17.30. tapi kalau hari minggu semenjak pukul 14.00 wib sampai maghrib," Tukas M.Yahya, Joki adu layang - layang, minggu (28/6/20).

Selain dari kota Pasuruan, Joki layang - layang aduan juga berasal dari sejumlah daerah di kabupaten Pasuruan. "Kebanyakan joki dari desa Sukorejo dan legowok sampai desa Ranggeh. Namun juga ada yang dari club layang - layang di kota Pasuruan," tambah Yahya.

Meski kerap kali diobrak polisi karena berada di jalan umum, serta lahan persawahan milik warga kerap kali rusak akibat diinjak - injak oleh pengepul layang - layang bekas aduan. Aksi joki layang - layang tetap berlanjut untuk beradu benang gelas sampai layang - layang putus dan baru berakhir pasca Adzan maghrib berkumandang.

"Dulu, kami beradu layang - layang di makam cina, kelurahan Pohjentrek. Namun, semenjak bulan Januari 2020 pindah kesini," terangnya. Joki layang - layang tidak hanya didominasi orang dewasa, Namun anak - anak hingga remaja juga ikut permainan ini.(dyt)