Tak Lolos Uji Akademis, Pendukung Bacakades Plososari Bacok Warga

Tak Lolos Uji Akademis, Pendukung Bacakades Plososari Bacok Warga Senin (korban pembacokan) warga Desa Cukur Gondang, kecamatan Grati, kabupaten Pasuruan. Foto Istimewa.

Kabarwarta.id - Tak lolos dalam  ujian tes akademis, Bacakades Suarli dan pendukungnya meluruk rumah Sunamar (bacalon Kades yang lulus ujian akademis) di Dusun Krajan-II, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dan melakukan penganiayaan kepada Senin (45) warga Dusun Brongkol, Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Terduga pelaku penganiayaan yakni, Suarnam, (50) warga Tanah celeng, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Terkait hal ini, Kapolsek Grati AKP H. Suyitno saat dikorfirmasi membenarkan kejadian ini dan mengatakan. "Mohon waktu mas, kami menggunakan motor untuk melerai massa agar tidak terjadi bentrokan," katanya, kamis malam, (24/10/19).

Polsek Grati juga mengorek keterangan dari saksi kejadian perkara diantaranya yakni, Sunamar, Dan Satun, Serta Sajin, ketiganya warga Krajan-II, Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Adapun Kronologis kejadian yakni, sekira jam 20.30 wib, setelah menerima hasil ujian akademis di balai Desa Plososari, Kecamatan Grati, Kabupaten pasuruan. Sunamar (bacalon Kades yg lulus ujian akademis) sedang duduk diteras rumahnya bersama dengan korban Senin dengan saksi dan beberapa warga (pendukungnya). Tiba - tiba didatangi oleh Suarli (bacalon Kades yang tidak lulus ujian akademis) bersama dengan pelaku dan beberapa warga (pendukungnya) dengan tujuan mencari Sajin dan Miadi yang tidak diketahui maksud dan tujuanya. Kemudian, dihalang - halangi oleh Sunamar, setelah Suarnam membacok Senin yang sedang duduk diteras dengan menggunakan sebilah celurit hingga mengakibatkan Senin menderita luka robek pada dahinya. Selain itu, Suarnam juga melakukan ancaman dengan menggunakan celurit terhadap pendukung Sunamar.

"Kami saat ini mereda situasi warga antar pendukung bacalon Kades agar tidak saling balas dendam," tambah Suyitno.(dyt)