Tanah Orang Tuanya Ditempati Orang Lain, Empat Ahli Waris Layangkan Gugatan Di PN

Tanah Orang Tuanya Ditempati Orang Lain, Empat Ahli Waris Layangkan Gugatan Di PN Tim Kuasa hukum dari keempat penggugat. Foto iwan dayat

Pasuruan, kabarwartaid - Akibat Tanah orang tuanya ditempati orang lain. Ahli waris layangkan Ggugatan ke Pengadilan Negeri Pasuruan.

"Karena tanah milik orang tuanya dikuasai orang lain. Empat orang ahli waris melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Pasuruan melalui kami selaku kuasa hukumnya," Kata Nadzib, jumat (29/3/24).

Tanah peninggalan orang tua dari keempat ahli waris memiliki lluas 2850 m2 yang diduga dikuasai oleh orang lain tanpa izin.

Keempat penggugat yakni Handra Minarta, Lenny Oktavia, Henny Libriani, dan Phan Melinda Crysilia yang merupakan ahli waris dari Hendrik selaku nama pemegang SHGB atas tanah yang berada di sebelah barat stasiun Kota Pasuruan.

Keempat ahli waris menggugat empat orang yang diduga kuat selama ini ikut menguasai tanah orang tuanya melalui kuasa hukumnya dan keempat tergugat yakni, Iksan, Kasiyan, M Rozi dan Maula.

Moh Nadzib Asrori menjelaskan bahwa tanah yang menjadi sengketa itu adalah tanah orang tua dari empat kliennya ini. Disampaikannya, orang tua kliennya itu membeli tanah seluas 2.850 m2 yang sengketa ini tahun 2008 dari Allan Dauglas Rudianto Wardhana. Di tahun yang sama, terbitlah akta Perjanjian dan Pengikatan serta Akta Pengoperan Hak Atas Tanah Garapan kemudian balik nama atas nama Hendrik.

“orang tua kliennya ini meninggal tahun 2020 kemarin, para tergugat ini melawan hak dan hukum mendirikan bangunan di tanah kliennya,” imbuhnya.

Perbuatan para tergugat ini membuat kliennya marah dan tidak terima karena merugikan pihak penggugat semenjak tahun 2009.

"Anggap saja sewa per tahunya karena tanah klien kami ditempati tanpa hak dan klien kami mengalami kerugian sekitar 900 juta rupiah," terang Yoga Susanto tim kuasa hukum yang mendampingi Moh Nadzib.

Gugatan ini bukan tanpa sebab, Menurutnya kliennya merasa tanah itu sah milik orang tuanya, mereka ahli waris tanah yang ditinggalkan Hendrik (alm).

Yoga Sutanto, menjelaskan Sebelum pihaknya melakukan gugatan ke PN Kota Pasuruan sudah beberapa kali kliennya difasilitasi mediasi dengan para tergugat oleh kelurahan dan kecamatan setempat. Sayangnya, upaya mediasi itu tidak pernah ada titik temu.

Puncaknya, kliennya marah karena para tergugat itu mengklaim sebagian tanah itu miliknya salah satunya dengan memasang banner bertuliskan tanah itu miliknya.

“Kami menilai, perbuatan tergugat yang mendirikan bangunan berupa rumah diatas sebagian tanah kliennya ini merupakan perbuatan melawan hukum,” kata Nadzib advokat Peradi dari Kota Malang.

Para tergugat saat ini masih menempati dan memanfaatkan tanah milik kliennya tanpa izin dengan melawan hukum dan membuat kliennya mengalami kerugian material.

“Kerugian yang dialami klien kami itu, tidak bisa menggunakan dan menikmati hasil tanah peninggalan orang tuannya ini, semisal disewakan,” jelasnya

Ia berharap, majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memberikan putusan yang adil dan di gugatan pertama ini pihak tergugat hadir di pengadilan dan pihak penggugat diwakili oleh kedua kuasa hukumya.

Pihak penggugat berharap hakim menerima dan mengabulkan gugatan kliennya ini. Selain itu, menyatakan para kliennya ini adalah ahli waris yang sah dari Hendrik orang tuannya yang sudah meninggal pada 23 September 2020 silam.

Dan Menyatakan perbuatan para tergugat adalah perbuatan melawan hukum karena tanpa hak telah menguasai, menempati dan memanfaatkan sebagian tanah orang lain.

Menghukum para tergugat yang menguasai, menempati dan memanfaatkan tanah itu untuk segera mengosongkan, mengembalikan tanpa syarat ke kliennya.

“Dan yang penting, menghukum para tergugat untuk membayar kerugian yang ditimbulkan, yakni materil dan immateril,” tutupnya.