Tanggapi Keinginan Menko PMK, Pemkot Pasuruan Siapkan Lahan Untuk Sekolah Tanggap Darurat

Tanggapi Keinginan Menko PMK, Pemkot Pasuruan Siapkan Lahan Untuk Sekolah Tanggap Darurat Plt. Kepala dinas pendidikan kota Pasuruan, Siti Zuniati menunjukkan lahan yang disipkan pemerintah kota Pasuruan untuk sekolah tanggap darurat. Foto iwan dayat.

Kabarwarta.id - Menanggapi keinginan Menteri koordinator pembangunan Masyarakat dan kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendy yang akan mendirikan sekolah tanggap darurat sebagai sekolah sementara SDN Gentong.

Pemerintah kota Pasuruan melelui Plt. Walikota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo menyatakan siap dan lahan tersebut berada di sebelah barat SDN Gentong kota Pasuruan.

"Lahanya sudah kami siapakan, letaknya berada sekitar 200 meter dari SDN Gentong. Dan lahan sudah dalam keadaan kering siap untuk didirikan sekolah tanggap darurat," Ujar Raharto Teno Prasetyo, minggu (10/11/19).

Menurut Teno, selain lahan dalam keadaan kering. Letaknya yang berada tidak jauh dari lokasi SDN Gentong akan memudahkan siswa dan siswi untuk menuju lokasi sekolah baru, yakni sekolah tanggap darurat yang mampu digunakan hingga lima tahun. kedepan.

"Letak lahan sekolah tanggap darurat berada di belakang madrasah diniyah Al Islamiyah yang akan menjadi tempat belajar siswa dan siswi SDN Gentong mulai esok hari. Dan direncanakan dalam tiga bulan kedepan sekolah tanggap darurat ini akan selesai dibangun oleh Kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR),"tegas Teno.

Lahan ini merupakan bekas lapangan bola yang tidak digunakan dan berada di wilayah kelurahan Sebani, kecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan yang diperkirakan memiliki luas sekitar satu hektar lebih.

"Luasnya sekitar satu hektar, namun sangat layak untuk didirikan sekolah tanggap darurat untuk pengganti sementara SDN Gentong," imbuh Teno.

Akses jalan yang mudah dijangkau oleh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat atau lebih. Menjadi pertimbangan dipilihnya lokasi ini untuk dibangun menjadi sekolah tanggap darurat.

Besok, 11 November 2019, Menteri PUPR direncanakan mengunjungi bangunan yang ambruk di ruang kelas 2 dan kelas 5 SDN Gentong serta mengecek lokasi Madin Al Islamiyah serta lahan yang akan digunakan sebagai sekolah tanggap bencana.

"Jika sekolah tanggap darurat sudah jadi, maka siswa dan siswi SDN Gentong akan melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah tanggap bencana hingga bangunan baru sudah selesai dikerjakan di SDN Gentong. Namun dengan titik lokasin yang berbeda. Dalam arti, bangunan yang roboh tidak akan dibangun kembali sebagai ruang kelas," tambah Teno.(dyt)