Tebar Ribuan Bibit Ikan Nila Di Pemukiman Padat Penduduk, Aminurokhman Berupaya Meningkatkan Perekonomian Warga

Tebar Ribuan Bibit Ikan Nila Di Pemukiman Padat Penduduk, Aminurokhman Berupaya Meningkatkan Perekonomian Warga Aminurokhman (kiri empat) menebarkan bibit ikan nila di kolam yang dikelola warga perum Sekar Indah II kota Pasuruan. Tengah, Aminurokhman (tengah) menebar ikan nila di kolam terpal milik KRPL RW06 kelurahan Bugul Kidul kota Pasuruan. Foto iwan dayat

Kabarwarta.id - Tebar ribuan bantuan ikan jenis Nila di oemukiman padat penduduk, Aminurokhman yang merupakan anggota DPR RI mendorong peningkatan nilai ekonomi warga di Pasuruan.

"Sebanyak 20.000 benih ikan Nila berusia dua minggu kita berikan kepada warga kota dan kabupaten Pasuruan agar nantinya bisa dikembangkan untuk meningkatkan nilai perekonomian warga yang membudidayakan ikan ini," Terang Aminurokhman, Sabtu (27/2/21).

Pejabat di DPW partai Nasdem provinsi Jawa Timur dan duduk di kursi sekretaris ini memaparkan bahwa dirinya membeeikan bantuan ini dalam rangka kunjungan kerja perorangan (Reses) masa sidang 2020/2021.

"Kolam ikan milik warga maupun yang dikelolola kelompok atau paguyuban kami support benih ikan nila yang mudah dalam pemeliharanya dan usia panenya cepat, yakni sekitar tiga hingga empat bulan sudah siap untuk dikonsumsi," papar Dia.

Penerima bantuan kali ini, warga kelurahan Bakalan di perum Sekar Indah 2, KRPL RW 06 Perumnas Bugul Kidul, warga perum Tapaan, warga desa Kepulungan, dan beberapa pondok pesantren di wilayah kabupaten Pasuruan.

"Pasca panen, ikan bisa dijual dan dimanfaatkan oleh warga serta hasilnya bisa dibelikan benih ikan kembali dan keuntunganya untuk kemaslakhatan warga," jelas Aminurokhman.

Pria berkacamata yang saat ini duduk di komisi II DPR RI yang berangkat dari daerah pemilihan Jawa Timur II ini mengatakan bahwa manfaat dari ikan ini bisa untuk ekonomi yang berkelanjutan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat pengelolanya.

"Di pondok pesantren, ikan saat waktunya panen dijual dan kemudian dibelikan bibit ikan kembali, dan yang tidak memenuhi standar ukuran pasar dikonsumsi sendiri oleh santri pondok," pungkas Aminurokhman yang pernah menjadi Walikota Pasuruan periode 2000 hingga 2010.(dyt)