Terkait Kenaikan Harga Elpigi 3 Kg, Berikut Penjelasan Hiswana Migas Pasuruan

Terkait Kenaikan Harga Elpigi 3 Kg, Berikut Penjelasan Hiswana Migas Pasuruan Pendistribusian LPG 3 Kg dari agen ke sub pangkalan di kota Pasuruan. Foto Iwan dayat.

Kabarwarta.id - Terkait wacana dari Kementrian ESDM yang akan menaikkan harga Elpigi kemasan 3 kilogram menjadi Rp 35.000 per tabung. Berikut penjelasan kepala koordinator wilayah Hiswana migas Pasuruan raya.

"Berita terkait wacana kenaikan harga elpigi itu benar. Dan Sebenarnya untuk Subsidi lPG kemasan 3 kg akan di cabut itu sudah ada wacana sejak pertengahan tahun 2018 lalu, tapi memang belum terealisasikan. Info yang kami dapat sementara dari pihak Hiswana Migas pusat, memang akan di lakukan uji coba dengan istilah Pendistribusian Tertutup," ujar Dwi Hardono, Rabu (15/1/20).

Ketika disinggung terkait waktu ujicoba yang dilakukan terhadap tarif baru gas elpigi yang juga dikenal dengan sebutan si melon ini, Dwi mengungkapkan, "Untuk sementara, yang melalukan saat ini Kota Kediri. Ya Memang, Subsidi dari Pemerintah itu sifatnya Sementara, jadi, tidak akan berlangsung secara terus menerus setiap tahun, pasti, ada saatnya Subsidi itu akan dicabut," ungkapnya.

Sementara ini, di kota dan kabupaten Pasuruan, Pemberlakuan harga baru untuk elpigi kemasan 3 kilogram belum diberlakukan dan masih dikisaran harga eceran tertinggi (Het) di kisaran Rp 18.000.

"Masyarakat harus bisa menerima semua kebijakan - kebijakan dari pemerintah. Untuk LPG yang beredar di masyarakat akan tetap ada. Dan yang dicabut hanya subsidinya, bukan lpg nya," pungkas Dwi Hardono.(dyt)