Vaksin Sebagai Alternatif Melawan Covid -19

Vaksin Sebagai Alternatif Melawan Covid -19 Foto penulis

Malang, kabarwarta.id - Vaksin sebagai Alternatif Melawan Covid -19. Akhir-akhir ini program vaksinisasi Covid-19 sedang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia. Program vaksinisasi dimulai pertama kali oleh Presiden Joko Widodo dan beberapa mentri kabinet Indoesia maju di Istina Merdeka. Setelah itu, program vaksinisasi dilanjutkan para penjabat negara, aparatur negara, artis, publik figur dan sejumlah para tenaga kesehatan yang turut melakukan program vaksinisasi secara bertahap dibeberapa wilayah di Indonesia.

Mengingat ancaman penyebaran virus Covid-19 di Indonesia masih tergolong tinggi hingga sampai saat ini.

Terhitung sejak ditetapkan pada bulan Maret 2020, hingga sampai sekarang mencapai 927.380 kasus yang terpapar Covid-19. Sehingga program vaksinisasi diupayakan mampu mengurangi dan menekan penyebaran virus Covid-19 negara di Indonesia.

Program vaksinisasi Covid-19 telah di mulai sejak tanggal 13 Januari, yang di selenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia. Dan telah terhitung berjalan hingga sampai sekarang.

Meskipun program vaksinisasi ini masih belum didistribusikan secara masal di masyarakat, akan tetapi vaksin Covid-19 sudah mulai di distribusikan dibeberapa rumah sakit diseluruh wilayah Indonesia.

Program vaksinisasi sendiri masih perlu adanya proses tahapan dalam pembagian maupun pelaksanaannya. Mengingat hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi gejala efek yang nantinya akan ditimbulkan setelah menerima program vaksinisasi.

Meskipun vaksin sudah melewati keamanan, valid dan kefektifan serta vaksin telah teruji sesuai dengan standart BPOM dan kehalalan MUI. Tetapi hal tesebut perlu di perhitungkan kembali agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kepada masyarakat. Oleh karena itu pemerintah harus lebih berhati-hati dalam pelaksanaan program tersebut.

Perencanaan program vaksin sendiri rencana akan di lakukan selama 15 bulan hingga awal tahun 2022 mendatang. Sehingga diharapakan dengan adanya program vaksin ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam menangani pasien yang terpapar virus Covid-19.

Kita ketahui bersama bahwa penyebaran virus Covid-19 di Indonesia sudah memasuki masa darurat, dimana hampir setiap harinya penyebaran virus Covid-19 masih mengalami peningkatan yang sangat segnifikan dari beberapa kasus pasien yang terpapar virus Covid-19. Sehingga pemerintah melakukan sistem Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dari wilayah Jawa hingga Bali, terhitung diberlakukan sejak tanggal 11 s/d 25 Januari 2021.

Dimana pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membatasi aktivitas yang berada diluar rumah. Selain itu, pemerintah juga melarang WNA untuk memasuki Indonesia. Upaya ini dilakukan semata-mata untuk menekan penyebaran virus Covid-19 semakin tinggi di Indonesia.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Tidak sedikit dari warga Indonesia telah menjadi korban akibat keganasan virus tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama, penyebaran virus Covid-19 ini begitu cepet penyebarannya. Hanya selang beberapa waktu saja virus tersebut dapat menyerang siapa saja, dan tidak memandang jabatan maupun kasta.

Virus Covid-19 tersebut berbeda dengan virus-virus yang biasa sering kita jumpai. Dimana penyebarannya virus Covid-19 ini tergolong sangat mematikan dan lebih tinggi tingkat penularannya dibandingkan dengan virus-virus pada umunya. Sehingga penyebaran virus ini perlu di waspadai dan seceptanya dapat dicegah. Selain itu, masyarakat tetap dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dengan tetep menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker ketika berada diluar rumah.

Dengan adanya program vaksinisasi diharapkan mampu menekan penyebaran virus Covid-19 yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Segala upaya telah dilakukan agar masyarakat tetap mematuhi dan mentaati protokol kesehatan, namun masih ada saja masyarakat yang tidak taat mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Terbukti penyebaran virus Covid-19 ini setiap harinya mengalami peningkatan jumlah kasus yang terpapar. Sehingga problem ini harus segera diselesaikan dan dicarikan solusinya. Agar kedepannya tidak lagi merenggut korban jiwa akibat penyebaran virus tersebut.

Dengan adanya program vaksinisasi ini setidaknya diharapkan dapat meringankan beban tenaga kesehatan dalam menekan jumlah penyebaran virus covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia. Selain itu, untuk menekan penyebaran virus Covid-19 tidak hanya cukup dengan adanya program vaksinisasi ini saja, namun peran masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran virus tersebut. Solidaritas dan gotong-royong masyarakat secara kolektif menjadi tiang utama dalam bahu membahu melawan penyebaran virus corona saat ini.

Masyarakat harus sadar dan mulai belajar memahami kondisi serta situasi saat ini, yang mana setiap hari semakin memburuk akibat penyebaran virus Covid-19.

Penyebaran virus Covid-19 atau corona tidak bisa dinggap enteng. Kesadaran harus bisa ditanamkan mulai sejak dini dari lingkup terkecil yaitu lingkup keluarga hingga yang lingkup terbesarnya yaitu negara. Keduanya saling berkeloborasi satu sama lain, untuk menekan penyebaran virus corona yang masih tinggi di negeri ini. Dan semoga diharapkan dengan adanya program vaksinisasi tersebut dapat membantu secara merata dan tidak membedakan satu dengan yang lain, khusunya bagi saudara-saudara kita yang berada diluar sana yang saat ini masih terpapar virus Covid-19.

BIODATA PENULIS

Nama : DEDY FIRMANSAH

E-mail : medishuman20@gmail.com

Status : Mahasiswa Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

Universitas Muhammadiyah Malang