KABARWARTA.ID - Pergerakan penumpang arus balik pasca-Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada hari Senin, 23 Maret. Data menunjukkan bahwa manajemen bandara tengah mempersiapkan diri untuk menampung lonjakan aktivitas penerbangan domestik dan internasional.
Menurut data yang dihimpun dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney), total pergerakan penumpang yang diproyeksikan mencapai angka fantastis, yaitu sebanyak 175.263 penumpang pada hari tersebut. Angka ini menjadi indikator penting mengenai puncak kepulangan pemudik dari berbagai daerah.
Secara rinci, proyeksi tersebut membagi penumpang menjadi dua kategori utama, yakni kedatangan dan keberangkatan. Dilansir dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney), sebanyak 91.670 penumpang diprediksi akan tiba, sementara 83.593 penumpang lainnya dijadwalkan untuk berangkat.
Seluruh aktivitas penerbangan ini akan didistribusikan secara merata di tiga fasilitas utama bandara, mencakup Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3 Soetta. Total terdapat 1.101 jadwal penerbangan yang terdaftar untuk hari itu, termasuk enam penerbangan khusus kargo.
Pantauan langsung di lapangan, khususnya di area Terminal 3, menunjukkan adanya mulai terlihatnya kepadatan penumpang. Area kedatangan domestik dan zona pengambilan bagasi menjadi titik-titik yang paling ramai terpantau.
Mayoritas penumpang yang mulai berdatangan dilaporkan berasal dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Medan, Padang, Palembang, dan Surabaya. Keberagaman asal kedatangan ini mencerminkan sebaran arus mudik yang terjadi sebelumnya.
Salah satu penumpang yang baru tiba dari Medan, Sintia, menjelaskan alasannya memilih untuk kembali lebih awal ke Tangerang. "Aku dari medan mau ke Tangerang, mudik selama 10 hari, mutusin pulang sekarang karena sebentar lagi mau masuk kerja juga kan ibu bapak, jadi pulangnya sekarang," ungkap Sintia.
Sintia juga memberikan informasi mengenai dinamika harga tiket pesawat dalam periode arus balik ini. Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga terjadi, meskipun dirasa tidak terlalu signifikan. "Kalau biasanya sih harga tiket Rp 1,2 Juta atau Rp 1,3 juta," jelas Sintia.
Ia menambahkan bahwa untuk tiket penerbangannya dari Medan ke Tangerang pada periode ini, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp1,5 juta per orang. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian tarif seiring dengan tingginya permintaan pada masa pasca-libur Lebaran.