KABARWARTA.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan sinyal tegas mengenai pengetatan anggaran di seluruh kementerian dan lembaga negara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap usulan belanja yang dinilai masih menunjukkan pemborosan.

Keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi mendalam terhadap pengajuan anggaran yang justru mengalami kenaikan, alih-alih melakukan efisiensi seperti yang diharapkan pemerintah pusat.

Purbaya menyampaikan hal ini kepada awak media setelah menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Sabtu (21/3). Fokus utamanya adalah membatasi pengajuan pos-pos anggaran baru.

"Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasin anggaran-anggaran yang baru jangan diajukan lagi gara-gara menteri itu ngajuin terus uangnya kurang puluh triliun itu kita batas, kita potong yang lain, kita akan sesuaikan tapi enggak akan sampai mengganggu ekonomi," ujar Purbaya saat ditemui wartawan usai Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (21/3).

Ia mengungkapkan bahwa upaya efisiensi mandiri dari kementerian cenderung gagal, sehingga pemerintah pusat harus turun tangan secara terpusat. Purbaya menyoroti kecenderungan kementerian untuk menaikkan anggaran meski telah diminta untuk melakukan pemotongan.

"Tadinya kita usulin mereka ngajuin 10 persen, tapi kalau saya tawarin ke mereka, mereka bukan motong malah nambah terus," kata Purbaya.

Meskipun pemotongan akan dilakukan, Menteri Keuangan memastikan bahwa penyesuaian anggaran tersebut akan tetap dibahas lebih lanjut dengan masing-masing kementerian. Tujuannya adalah agar pemangkasan tidak mengganggu program-program prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

"Saya bilang saya potong. Nanti mereka sesuaikan. Persenannya nanti kita lagi diskusikan," katanya.

Sebelumnya, Purbaya juga sempat menyinggung soal opsi pemotongan gaji pejabat tinggi negara sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam penataan belanja negara.