KABARWARTA.ID - Suasana tenang di kawasan pesisir Tenda Biru, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Senin, 23 Maret 2026. Sebuah tragedi memilukan merenggut nyawa seorang ayah dan anak laki-lakinya saat sedang menikmati waktu di tepi pantai.
Peristiwa naas ini bermula ketika sang anak yang bernama Aden (8) tengah bermain di sekitar pantai pada pukul 13.00 WIB. Tanpa diduga, arus laut yang kuat tiba-tiba datang dan menyeret tubuh kecilnya hingga ke tengah perairan yang dalam.
Melihat putranya dalam bahaya, sang ayah, Ujang Abduloh (30), segera beraksi untuk memberikan pertolongan secepat mungkin. Namun, kekuatan alam berkata lain karena keduanya justru tergulung oleh ombak besar dan menghilang dari permukaan air.
Kejadian ini tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga korban, tetapi juga memicu perdebatan mengenai standar operasional prosedur di lokasi wisata tersebut. Dilansir dari laporan setempat, insiden ini seolah membuka tabir mengenai berbagai persoalan yang selama ini tersembunyi di balik keindahan pantai.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian adalah mengenai legalitas pungutan tiket masuk bagi para pengunjung yang datang. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai sejauh mana tanggung jawab pengelola terhadap keselamatan para wisatawan yang telah membayar retribusi.
"Persoalan tata kelola kawasan wisata di pesisir selatan Jawa Barat kini menjadi sorotan utama karena dianggap masih memiliki banyak celah," ujar salah satu pengamat kebijakan publik yang meninjau kasus ini.
Selain masalah administratif, aspek perlindungan konsumen juga menjadi poin krusial yang harus segera dibenahi oleh pihak terkait. Keamanan pengunjung seharusnya menjadi prioritas utama di atas keuntungan ekonomi dari sektor pariwisata daerah.
"Adanya pungutan tiket masuk seharusnya dibarengi dengan jaminan keselamatan dan hak perlindungan konsumen yang memadai bagi setiap pengunjung," kata pihak otoritas terkait dalam menanggapi keluhan masyarakat.
Kini, kawasan Tenda Biru menjadi saksi bisu atas perlunya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen objek wisata di Sukabumi. Langkah tegas dari pemerintah daerah sangat dinantikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.