KABARWARTA.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas jangkauan akses air bersih serta sanitasi yang layak bagi kelompok masyarakat prasejahtera. Langkah ini disampaikan bertepatan dengan momen peringatan Hari Air Sedunia yang baru saja diperingati.
Inisiatif ini dipandang sangat krusial karena ketersediaan air bersih bukan hanya menyangkut persoalan kesehatan keluarga semata. Hal ini juga memiliki pengaruh langsung terhadap keberlanjutan dan produktivitas usaha yang dijalankan oleh nasabah penerima manfaat.
PNM meyakini bahwa keberlangsungan usaha yang digarap oleh nasabah tidak hanya bergantung pada akses permodalan yang mereka terima. Infrastruktur dasar yang memadai, seperti air bersih, menjadi salah satu penopang utama agar roda ekonomi mereka terus berputar.
Oleh karena itu, perusahaan secara aktif mendorong penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang terintegrasi sebagai bagian integral dari program pemberdayaan yang dirancang agar berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2024, PNM tercatat telah menginisiasi program penyediaan air bersih dan sanitasi di total 28 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program ini diwujudkan melalui pembangunan fasilitas sanitasi yang representatif dan penyediaan sumber air bersih yang terpercaya.
Inisiatif yang dijalankan ini tidak hanya memberikan manfaat signifikan pada aspek kesehatan lingkungan dan kebersihan komunitas secara umum. Dampak nyata juga dirasakan pada peningkatan produktivitas usaha mikro yang dijalankan oleh masyarakat binaan PNM.
Hal ini disebabkan oleh banyaknya nasabah yang menjalankan usaha berbasis rumah tangga, seperti industri kuliner, pengolahan hasil pertanian, maupun produksi kerajinan tangan. Semua sektor tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air bersih sebagai bagian penting dalam proses produksi sehari-hari mereka.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, dalam pernyataannya menekankan bahwa pemberdayaan yang berkelanjutan harus dibangun dengan pendekatan yang komprehensif. Pendekatan ini harus mencakup aspek ekonomi sekaligus peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
"Bagi masyarakat prasejahtera, air bersih memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kebutuhan dasar. Air adalah sumber kehidupan sekaligus penggerak produktivitas," ujar Dodot Patria Ary.